Mengenal Penyakit Penyebab Fajri Meninggal Dunia, Pria Obesitas 300 Kg Asal Tangerang

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis
Kamis 22 Juni 2023 17:28 WIB
Fajri asal tangeran (Foto: MPI)
Share :

MENGENAL penyakit penyebab Fajri meninggal dunia, pria obesitas 300 Kg asal Tangerang perlu diketahui oleh banyak orang. Apalagi kasus obesitas Fajri ini termasuk kasus langka.

Spesialisasi Anastesi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr. Sidharta Kusuma Manggala menjelaskan, salah satu penyebab meninggalnya Muhammad Fajri (MF) pasien obesitas 300 Kg adalah syok sepsis. Serta sejak awal masuk rumah sudah menggunakan ventilator, dan obat-obatan untuk membantu pernapasannya.

 

"Dalam perjalanan, infeksi di kakinya itu semakin berat, kemudian ada lagi infeksi di bagian paru-parunya, infeksi ini bisa kita bilang syok sepsis," ujarnya di Gedung A, RSCM, Jakarta Pusat, Kamis (22/06/2023).

Ia menjelaskan, syok sepsis ini merupakan sebuah kejadian di mana terjadi respon tubuh terhadap infeksi yang berat. Pasien yang mengalami kasus ini, seperti Fajri kemudian diberikan antibiotik.

Kemudian dr. Sidharta menjelaskan, adapun ciri-ciri syok sepsis lainnya adalah kegagalan organ, jadi dia mulai gagal organ jantungnya, pembuluh darahnya mulai turun, serta bagian ginjalnya bermasalah.

"Kemudian kami ganti dengan terapi ginjal bersama Dokter Tanggo, Spesialis Ginjal Hipertensi. Kemudian dengan dokter pencernaan juga karena pencernaannya bermasalah," ujarnya.

Syok sepsis ini mengakibatkan organ tubuh menjadi fatal, mengalami kerusakan multi organ distress syndrome (MODS), sehingga membuat kondisi pasien semakin menurun.

"Dan memang karena itu kami sudah berusaha mengendalikan kondisi beliau lagi, sudah diberikan terapi -terapi juga," katanya.

Ia menambahkan, daya tahan tubuh pasien juga sudah menurun. Sehingga kuman-kuman yang ada di sekitarnya akan mudah menjadi penyakit, sehingga dapat memperburuk keadaannya yang juga sudah terkena syok sepsis.

 BACA JUGA:

"Sepsis itu sudah ada sejak masuk rumah sakit. Ketika 6 jam saturasinya turun alat bantu nafas dipasang oleh tim itu karena sudah ada penurunan," terangnya.

 BACA JUGA:

"Perawatnya juga didatangkan khusus dari ICU. Jadi kita sudah maksimal dan untuk memiringkan pasien itu harus melibatkan 20 orang. Jadi setiap pagi kita menurunkan beberapa tenaga untuk memandikannya," tambahnya.

Adapun perawatan yang sudah dilakukan yaitu terapi antibiotik untuk infeksinya, terapi alat bantu pernapasan, jantung, ginjal, dan semua organ yang terganggu akibat gagal organ multiple akibat syok sepsis yang melibatkan 9 dokter.

Kemudian dilakukan pula Terapi multidisiplin yang terdiri dari dokter ahli perawatan intensif (intensivis), paru, jantung, pencernaan, syaraf, kulit, bedah pembuluh darah, gizi, rehabilitasi medik, dan tenaga kesehatan lainnya telah mengoptimalkan segala upaya untuk perawatan pasien agar kembali stabil.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita Women lainnya