Kenapa Dilarang Bawa Tisu Basah saat Naik Gunung, Simak Penjelasannya

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis
Senin 19 Juni 2023 04:45 WIB
Ilustrasi (Foto: Pixabay)
Share :

PEMAKAIAN tisu dalam keseharian mungkin menjadi hal yang lumrah. Akan tetapi, penggunaan tisu terutama tisu basah menjadi hal yang sangat dilarang dalam pendakian gunung. Larangan tersebut diketahui berlaku di semua gunung yang ada di Indonesia.

Jika saat pengecekan barang bawaan diketahui membawa tisu basah, maka barang tersebut harus ditinggal di basecamp.

Adanya larangan tersebut, tentu membuat banyak orang mempertanyakan alasannya.

Berikut alasan kenapa naik gunung dilarang membawa tisu basah yang wajib diketahui para pendaki.

Mengandung plastik

Tisu basah berbeda dengan tisu kering, tisu ini terbuat dari bahan material spunlace non-woven fabric yang berbahan dasar polimer turunan plastik.

Polimer yang digunakan untuk membuat tisu basah adalah jenis polyester (PET), polypropylene (PP) & Viscose.

Kedua material itu, sangat sulit terdegradasi secara alami oleh alam sehingga sulit terurai. Masa waktunya pun membutuhkan waktu lama agar dapat diurai dengan baik, bukan setahun, dua tahun, namun bertahun-tahun.

Dibuang secara sembarangan

Tisu basah biasanya digunakan pendaki untuk membersihkan saat buang air kecil maupun besar.

Hal itu termasuk hal yang lumrah, namun yang jadi masalah, pembuangan sampah tisu basah banyak yang dilakukan secara sembarangan.

Sebab, tisu basah tak bisa terurai yang menyebabkan keberadaannya hanya menjadi sampah menumpuk.

Sampah nomor 2 terbanyak

Tanpa disadari plastik menjadi sumber sampah terbanyak di jalur pendakian gunung. Menurut para petugas Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Jawa Barat tisu basah menjadi barang kedua setelah sampah plastik yang kerap ditemui saat pembersihan area jalur pendakian.

Itulah alasan kenapa di gunung sangat dilarang membawa tisu basah yang wajib diketahui para pendaki.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya