Polusi Udara Jakarta Parah, Ahli Epidemiologi: Perlu Hutan Kota!

Kevi Laras, Jurnalis
Jum'at 16 Juni 2023 00:46 WIB
Polusi udara (Foto: Reader digest)
Share :

POLUSI udara di Jakarta semakin parah dan tidak sehat. Angka ini berdasarkan indeks kualitas udara IQ AIR yang sering berada diangka 100 gram per meter kubik, menjadi perhatian semua pihak termasuk ahli epidemiologi.

Memiliki green space atau hutan kota memang sangat membantu untuk di tengah kota, agar bisa menyerap polutan penyebab polusi. Hal ini disampaikan oleh Ahli Epidemiologi dr Dicky Budiman. Namun adanya hutan kota juga perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan transportasi umum yang ramah lingkungan.

 

"Meningkatkan kapasitas transportasi publik ramah lingkungan, ini pendekatan yang short term. Dengan meningkatkan akses dari dan kenyamanan akan mendorong orang pakai transportasi publik," jelas dr Dicky.

Kemudian, peralihan penggunaan transportasi konvensional ke listrik. Hal ini bisa disosialisasikan oleh pemerintah, katanya dapat mengurangi emisi yang berkontribusi pada polusi udara.

Dengan kendaraan listrik kota itu, kata dr Dicky, secara drastis bisa mengurangi emisi. Tapi harus diingat efektivitas dari pendekatan ini akan sangat bergantung pada sumber listriknya.

Lebih lanjut, mengimplementasikan hal tradisional sebagai gaya hidup seperti adanya jalan aman untuk pengguna sepeda dan jalan kaki. Sebagaimana diketahui, jalan ataupun bersepeda itu menyehatkan dan bisa bantu kurangi polusi.

 BACA JUGA:

"Ini bisa membantu mengurangi emisi. Adanya regulasi soal emisi kendaraan standar bisa menjamin yang lalu lalang itu ramah lingkungan," sambungnya.

 BACA JUGA:

Terakhir yaitu pemerintah juga harus bisa melakukan strategi risiko, dengan meningkatkan pemahaman masyarakat. Melakukan sosialisasi dan literasi terkait polusi udara, dampak, dan langkah mengatasinya.

"Strategi komunikasi resiko, dengan pemahaman literasi kepada masyarakat agar tahu risikonya. Agar bisa bantu merubah perilakunya dan mau mendukung penggunaan energi yang ramah lingkungan," jelas dr Dicky.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya