BERAT badan (BB) Muhammad Fajri yang hampir mencapai 300 Kg, kini tengah jadi sorotan karena masuk dalam kondisi obesitas parah. Ini merupakan kondisi langka untuk manusia.
Dokter Spesiali Gizi dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, M.Gizi, Sp.GK mengatakan, kasus Fajri tergolong langka, karena tidak umum untuk ukuran tubuh seseorang. Kalau tindakan preventif dalam hal ini dinilai sulit kalau ditangani dalam kondisi obesitas yang sudah demikian lanjut.
Obesitas sebenarnya harus dicegah menjadi semakin parah. Namun kasus Fajri sudah demikian lanjut.
"Jadi sebetulnya manusia itu punya respons untuk menjaga rasa laparnya itu tetap seimbang. Namun karena pasien ini banyak tidak bergerak karena kondisinya susah berjalan, sehingga semakin banyak deposit lemak yang tertumpuk dalam tubuhnya,” ungkap dr. Nurul.
Dalam kasus Fajri yang kini dirawat di RSCM, banyak dokter terlibat, tim dokter multi-disiplin diantaranya anestesiologi dan perawatan intensif, respirologi, endokrin-metabolik, gastro-enterologi, kardiologi, ilmu penyakit dalam, bedah digestif, bedah vaskuler, urologi, neurologi, psikiatri, dermatologi venerologi, rehabilitasi medik, gizi klinik dan tim nakes lainnya.
Sementara itu, Dokter Spesialis Anestesi dr. Sidharta Kusuma Manggala, SpAn menjelaskan, pasien saat ini sedang dalam kondisi stabil. Fajri disebut memang sudah cukup berat kondisinya karena riwayat penyakit pasien.
Diketahui, selama satu bulan sebelumnya masuk RSCM, kondisi kesehatan Fajri mulai mengalami penurunan. Pasien sudah tidak bisa tidur dengan posisi terlentang, hal ini menandakan adanya masalah pada bagian paru-paru dan jantung.
"Kemudian pasien masuk ke RSCM dan memang kita bisa melihat kondisinya menurun. Kita sudah tangani semuanya, sudah kita berikan alat bantu semuanya, untuk bantuan nafas, dan semuanya di ruang perawatan khusus yang sudah kita siapkan di lantai 1, dan kondisinya saat ini stabil,” jelas dr. Sidharta.
(Dyah Ratna Meta Novia)