HAL di luar dugaan kadang terjadi tanpa disangka. Salah satunya kisah bocah yang bokongnya tertusuk paku pagar saat memanjat pagar besi di rumahnya. Hal itu belum lama terjadi di Malaysia.
Dikutip dari mothership, media Malaysia melaporkan bahwa penyelamatan bocah tersebut sempat tertahan di atas pagar, sebelum akhirnya petugas pemadam kebakaran tiba untuk menyelamatkannya.
Satu hal yang cukup menghebohkan publik, paku pagar tersebut menancap ke bokong bocah itu cukup dalam. Hingga akhirnya sebanyak 10 orang petugas pemadam kebakaran pun harus turun tangan dalam aksi penyelamatan bocah tersebut.
Saat proses penyelamatan, seorang juru bicara Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Selangor mengatakan kepada media Malaysia, bahwa petugas pemadam kebakaran memotong paku dari pagar, dan akhirnya membawa bocah tersebut ke rumah sakit dengan paku yang masih menempel di bokongnya.
Petugas pemadam kebakaran tersebut mengatakan, bahwa paku tersebut menembus hingga kedalaman 15 cm. Paku yang menancap dengan kedalaman tersebut, tentunya bukan main-main dan harus ditangani serius secara medis.
"Berdasarkan penuturan tetangga korban, bocah itu kerap terlihat bermain-main di atas pagar," jelas seorang petugas seperti yang dikutip dari Mothership.
Lalu apa sih bahaya tertusuk paku?
Salah satu bahaya tertusuk paku adalah terkena tetanus. Melansir dari Healthline, tetanus atau lockjaw adalah infeksi bakteri serius yang mempengaruhi sistem saraf dan menyebabkan otot di seluruh tubuh menegang juga kaku.
Disebut lockjaw lantaran infeksi sering menyebabkan kontraksi otot di rahang dan leher yang pada akhirnya dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.
BACA JUGA:
Meskipun pengobatannya tersedia, hanya saja tidak efektif secara seragam. Cara terbaik untuk melindungi terhadap tetanus adalah dengan memberikan vaksin.
BACA JUGA:
Masa inkubasi dari penyakit ini antara 3 dan 21 hari. Gejalanya muncul dalam 14 hari dari infeksi awal. Namun, infeksi yang terjadi bisa lebih cepat setelah terpapar dan lebih parah dan memiliki prognosis yang lebih buruk.
Melansir dari Medical News Today, tetanus disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani. Spora Clostridium tetani dapat bertahan lama di luar tubuh dan sering ditemukan di kotoran hewan dan tanah yang terkontaminasi. Meski begitu, dapat dimungkinkan ada hampir di mana saja.
Saat Clostridium tetani masuk ke dalam tubuh, bakteri ini akan berkembang biak dengan cepat dan melepaskan tetanospasmin, suatu neurotoksin. Ketika tetanospasmin memasuki aliran darah, dengan cepat akan menyebar ke seluruh tubuh, dan menyebabkan gejala tetanus.
Tetanospasmin ini akan mengganggu sinyal perjalanan dari otak ke saraf di sumsum tulang belakang, dan kemudian ke otot yang berujung menyebabkan kejang otot dan kekakuan.
Clostridium tetani sendiri dapat masuk ke dalam tubuh terutama melalui luka sayatan atau tusukan ke kulit.
Oleh karena itu jika anak-anak tertusuk paku, segera ke dokter ya!
(Dyah Ratna Meta Novia)