HIMALAYA bukan hanya terkenal dengan keindahan alam pegunungannya yang menjulang tinggi, tapi juga habitat dari beruang coklat atau Ursus arctos isabellinus yang merupakan karnivora terestrial terbesar di dunia, meski kalah besar dengan beruang Grizzly.
Ada sederet fakta menarik dengan beruang coklat himalaya yang baru-baru sempat viral karena bangun dari hibernasinya.
Pasalnya, penampakan beruang coklat Himalaya tersebut menggemaskan dan merepresentasikan manusia setelah bangun tidur.
BACA JUGA:
Berikut ini fakta menarik tentang beruang coklat Himalaya.
Mamalia terbesar di Himalaya
Beruang coklat Himalaya adalah salah satu mamalia terbesar di habitatnya. Beruang coklat Himalaya masih satu garis keturunan dengan spesies beruang coklat. Dalam penyebarannya, spesies beruang coklat ini yang paling tersebar luas dari semua spesies beruang.
Semua spesies beruang coklat memiliki karakteristik yang sama yaitu tubuh besar, wajah berbentuk piring, dan warna bulunya yang bervariasi namun di ujung rambut seringkali lebih terang. Berat badan beruang jantan bisa mencapai 400 kg dengan tinggi sekitar 150 cm sampai 230 cm.
Sedangkan beruang betina dewasa memiliki berat 93-207 kg dan tinggi sekitar 137 cm hingga 183 cm.
BACA JUGA:
Harapan hidup berkisar 20-30 tahun di alam liar
Melansir dari Bear Conversation, beruang coklat Himalaya memiliki harapan hidup hanya berkisar 20 hingga 30 tahun di alam liar. Habitat aslinya adalah lembah terbuka dan padang rumput di dataran tinggi.
Apabila musim panas tiba, beruang akan naik setinggi garis salju hingga mencapai ketinggian 5.500 mdpl. Kemudian saat musim gugur tiba, beruang akan turun ke lembah untuk hibernasi atau istirahat total. Masa hibernasi beruang biasanya selama 7 hingga 8 bulan, atau sekitar Oktober hingga April atau Mei.
Termasuk hewan omnivora
Beruang coklat Himalaya termasuk hewan omnivora. Makanan yang mereka konsumsi adalah rumput, akar dan tanaman lain, serta serangga dan mamalia kecil seperti marmut, pika, dan tikus.
Pada musim gugur, ketika mereka turun, maka makanan yang mereka konsumsi adalah buah-buahan dan beri. Namun mereka juga kerap kali memangsa mamalia besar seperti domba dan kambing ataupun bangkai jika menemukan. Beruang dewasa akan makan sebelum matahari terbit dan pada sore hari.
Hewan terancam punah
Melansir dari Mongabay, meskipun beruang masih ada di alam liar, namun jumlah mereka tersebar tipis di banyak daerah dan sudah punah di beberapa wilayah yang mereka jelajah sebelumnya.
Dikutip dari Times of India, populasi beruang cokelat Himalaya berada di sekitar 500 hingga 700 ekor, yang ditemukan di Hindu Kush, Karakoram, dan Himalaya Barat.
Adanya ancaman punah ini disebabkan oleh hilangnya habitat. Selain itu, ulah manusia seperti pembunuhan oleh penggembala ternak, perburuan untuk diambil bulunya, serta yang lebih fatal lagi adanya kegiatan perdagangan tubuh beruang yang ilegal, juga menyebabkan beruang cokelat Himalaya terancam punah.
(Salman Mardira)