KABAR duka datang dari dunia musik Hollywood. Legenda musik Tina Turner meninggal dunia pada Rabu kemarin di usianya yang ke-83.
Penyanyi kelas dunia yang dikenal sebagai Ratu Rock 'n Roll itu meninggal dunia di rumahnya di Kusnacht, Swiss. Ia meninggal akibat penyakit menahun.
Sebelumnya meninggal, Tina sakit stroke, kanker usus, bahkan ia juga mengalami gagal ginjal.
Dikutip dari Today, Tina Turner berjuang melawan kanker usus. Pada Januari 2016, ia didiagnosis menderita kanker usus, yang dia bagikan dalam memoarnya.
Dia menderita diare kronis selama berbulan-bulan sebelumnya. Kemudian ia didiagnosis menderita karsinoma dan beberapa polip ganas. Namun, tidak jelas apakah kanker usus itu bisa dihilangkan.
Sebulan kemudian, dia menjalani operasi untuk mengangkat bagian ususnya yang terkena kanker.
Lalu apa saja faktor risiko kena kanker usus?
1. Riwayat genetik
Seperti sudah banyak diketahui bahwa risiko kanker meningkat ketika seseorang mempunyai riwayat genetik dari orang tuanya. Untuk mengetahuinya, cari tahu apakah orang tua atau kakek dan nenek Anda ada yang pernah mengalami kanker.
2. Riwayat penyakit usus tertentu
Penyakit radang usus seperti Crohn’s disease dan kolitis ulserative merupakan kondisi pada usus besar mengalami peradangan dalam jangka waktu lama. Hal ini juga menjadi salah satu faktor risiko kanker usus.
Penderita penyakit tersebut yang sudah bertahun-tahun, terutama jika tidak diobati, sering mengalami displasia. Displasia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sel-sel di lapisan usus besar atau rektum yang terlihat tidak normal, tetapi bukan sel kanker. Sel yang displasia inilah yang dapat berubah menjadi kanker.
3. Usia
Ketika memasuki usia tua tentunya segala sistem di tubuh akan menurun fungsinya, termasuk sel yang menghambat terjadinya kanker. Menurut data Kementerian Kesehatan tahun 2015, memasuki usia di atas 45 tahun risiko terjadinya kanker kolorektal meningkat, apalagi di atas usia 65 tahun.
4. Jenis kelamin dan ras
Kanker kolorektal ini lebih banyak menyerang pria daripada wanita. Sementara itu, dari segi ras, orang Afrika-Amerika dan Eropa timur merupakan ras yang mempunyai risiko kanker kolorektal paling tinggi di dunia.
BACA JUGA:
5. Makanan olahan
Orang yang tidak suka makan sayur dan buah yang mengandung serat tinggi rentan mengalami perlukaan dan polip kolorektal, sehingga meningkatkan risiko kanker kolorektal. Selain itu, makanan tinggi lemak seperti daging merah, jeroan dan daging olahan seperti kornet, sosis, serta burger meningkatkan risiko kanker usus.
Apalagi jika jenis makanan tersebut digoreng menggunakan minyak dengan suhu tinggi atau dibakar. Bagian gosong berwarna hitam pada makanan yang dibakar tersebut merupakan zat karsinogenik yang memicu terjadinya kanker.
6. Gaya hidup sedenter
Pola hidup malas-malasan, jarang bergerak dan olahraga disebut sebagai gaya hidup sedenter. Pola hidup ini nantinya menyebabkan seseorang mengalami berat badan berlebih atau obesitas hingga penyakit metabolik seperti diabetes yang meningkatkan risiko kanker kolorektal.
7. Berat badan berlebih atau obesitas
Insulin diketahui sebagai salah satu sel yang mempromosikan sel kanker. Pada orang dengan berat badan berlebih atau obesitas, insulin bisa menjadi resisten dan akan meningkat jumlahnya di dalam tubuh, sehingga risiko kanker pun akan meningkat.
8. Rokok dan alkohol
Zat dalam rokok dan alkohol diketahui dapat meningkatkan munculnya radikal bebas dalam tubuh, sehingga dapat memicu kanker.
9. Polip usus
Polip juga dapat tumbuh di usus. Perlu diketahui, polip ini bukanlah kanker. Tetapi, dapat berkembang menjadi kanker dalam jangka waktu yang lama. Risiko Anda terkena kanker tergantung pada berapa banyak polip yang Anda miliki, dan seberapa besar ukurannya.
(Dyah Ratna Meta Novia)