Apa Itu Perayaan Pagerwesi?

Salman Mardira, Jurnalis
Rabu 24 Mei 2023 16:38 WIB
Umat Hindu merayakan Pagerwesi. (Foto: ANTARA)
Share :

UMAT Hindu di Bali merayakan Hari Pagerwesi yang tahun ini jatuh pada, Rabu (24/5/2023). Perayaan Pagerwesi untuk memuliakan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan manifestasinya Sang Hyang Pramesti Guru atau Tuhan sebagai guru alam semesta.

Pagerwesi dirayakan umat Hindu setiap 210 hari sekali dengan melakukan sembahyang dari mulai sanggah/merajan atau tempat bersembahyang di lingkungan rumah tangga hingga ke pura. Dianjurkan juga bermeditasi di tengah malam.

Umat Hindu di Indonesia merayakan Pagerwesi pada setiap Rabu Kliwon wuku Sinta yang tahun ini bertepatan dengan 24 Mei. Makna filosofi di balik perayaan Pagerwesi adalah simbol keteguhan iman.

 BACA JUGA:

Mengutip dari laman dpdhpibali.org, Pagerwesi adalah hari raya yang dilaksanakan atas anugrah kesentosaan dan kemajuan yang telah dicapai manusia.

Arti kata Pagerwesi adalah pagar yang terbuat dari besi. Secara harfiah, kata tersebut melambangkan segala hal yang dipagari akan terlihat kokoh dan kuat.

 

Jadi perayaan Pagarwesi tujuan utamanya adalah kepada Sanghyang Pramesti Guru yang diyakini umat Hindu sebagai Tuhan gurunya alam semesta.

 BACA JUGA:

Hari raya Pagerwesi bermakna sebagai pengingat bahwa manusia yang hidup di dunia harus memiliki iman yang kuat, berdasarkan pada pemanfaatan ilmu pengetahuan di jalan yang baik.

Tanpa pengetahuan, manusia hanya akan kembali pada zaman kegelapan yang semuanya akan terasa sulit.

Mengutip dari celebrities.id, perayaan Pagerwesi berkaitan erat dengan hari raya Saraswati atau perayaan datangnya ilmu pengetahuan yang berasal dari Tuhan untuk manusia.

Ilmu pengetahuan yang sudah diberikan ini kemudian digunakan dengan baik agar membuat hidup menjadi lebih mudah, dan memperkuat iman dari manusia itu sendiri.

 

Setelah perayaan Saraswati nanti dilanjutkan beberapa rangkaian ritual yang berhubungan dengan Pagerwesi. Diawali dengan penyucian diri yaitu membersihkan diri di pantai (segara) atau di kolam mata air Banyupinaruh.

Kemudian dilanjutkan dengan Somaribek lalu Sabuh Mas atau sebagai hari umat manusia yang akan menerima pahala dan rezeki, jika menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi di jalan dharma. Sabuh Mas juga memberikan pengetahuan itu agar menjadi berguna.

(Salman Mardira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya