Wow! Bangkai Paus Mati Terdampar Dibawa ke Museum Jadi Objek Wisata Edukasi

Antara, Jurnalis
Minggu 21 Mei 2023 02:03 WIB
Bangkai paus balin dibawa ke museum jadi objek wisata edukasi (Foto: ANTARA/Didik Suhartono)
Share :

BANGKAI seekor paus jenis balin yang ditemukan mati terdampar di kawasan pantai Surabaya dievakuasi untuk selanjutnya jadi bagian dari kelengkapan wisata edukasi.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendukung evakuasi sekaligus mengapresiasi tim Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar wilayah kerja Jatim yang mengupayakan agar kerangka ikan paus tersebut dapat direkonstruksi menjadi bagian dari kelengkapan wisata edukasi di Museum Satwa Jatim Park 2 Kota Batu.

"Karena Indonesia hampir 85 persen wilayahnya maritim. Maka edukasi kemaritiman juga menjadi bagian yang sangat penting," kata Khofifah saat mengawal proses evakuasi bangkai paus balin, seperti dikutip dari ANTARA.

Bangkai paus balin betina berukuran panjang 12 meter dengan berat mencapai 10 ton itu ditemukan nelayan tersangkut di kawasan hutan mangrove Tambakbatu Sukolilo Surabaya pada Minggu dini hari, 14 Mei 2023 lalu.

Tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (FKH Unair) menyebut paus nahas tersebut telah mati sekitar dua atau tiga hari sebelum ditemukan.

Proses evakuasinya ditarik menggunakan tiga unit perahu nelayan dari lokasi awal ditemukan menuju tempat wisata Kenjeran Park Surabaya. Selanjutnya diangkut menggunakan kendaraan alat berat crane menuju Museum Satwa Jatim Park 2 Kota Batu.

Khofifah menjelaskan, sebelum nantinya dipamerkan untuk edukasi wisata di Museum Satwa Jatim Park 2, bangkai paus akan dikuburkan terlebih dahulu minimal selama satu setengah tahun. Kemudian akan diambil kerangkanya dan direkonstruksi menjadi bagian dari kelengkapan wisata edukasi.

"Jadi nanti tim BPBD Jatim akan membantu proses pemakamannya," ujarnya.

Khofifah mengungkapkan, wilayah perairan Jatim kerap menjadi perlintasan kawanan berbagai jenis ikan paus yang hidup di perairan Australia saat bermigrasi menuju India.

Maka menurutnya, autopsi oleh tim FKH Unair sangat penting untuk mengungkap bagaimana dalam proses migrasi tersebut ikan paus bisa terdampar di wilayah Jatim.

Hasil autopsi oleh tim FKH Unair sementara mengungkap tidak ada tanda-tanda kekerasan atas kematian paus balin, serta pendengarannya masih terbilang normal.

"Hasil autopsi selengkapnya, salah satunya untuk menjawab bagaimana bisa terdampar dan mati di wilayah Jatim, masih membutuhkan waktu kira-kira selama 12 hari lagi," tuntasnya.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya