KTT ASEAN ke-42 berlangsung 10-11 Mei 2023. Itu artinya, kurang dari 24 jam dari sekarang event besar tersebut bakal diselenggarakan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Persiapan pun dipastikan sudah mencapai 'finishing', termasuk kesiapan RSUD Komodo yang ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan KTT ASEAN ke-46. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun memastikan bahwa fasilitas kesehatan itu bakal diperuntukkan untuk penanganan serangan jantung dan stroke.
"RSUD Komodo akan fokus pada penangann serangan jantung dan stroke. Sebab, dua penyakit itu jadi penyebab kematian terbanyak di Indonesia dan dunia," kata Menkes Budi dalam keterangan resminya, Selasa (9/5/2023).
Dia melanjutkan, "Kalau kena serangan jantung, mesti cepat ditangani sebelum 4 jam atau masa golden periode. Kalau tertangani sebelum 4 jam, kemungkinan 80% pasien serangan jantung bisa sembuh. Tapi kalau tepat kemungkinan 80% bisa meninggal."
Karena ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan serangan jantung dan stroke, RSUD Komodo dilengkapi dengan alat-alat medis dan teknologi rumah sakit yang mutakhir. Bahkan, disediakan juga ruang perawatan VIP dan VVIP.
BACA JUGA:
Untuk fasilitas kesehatan lainnya seperti pelayanan rawat jalan, rawat inap, layanan ICU, NICU, dan PICU, layanan gawat darurat, dan ruang operasi juga disiapkan dengan sangat maksimal. Pun laboratorium, CT Scan 64 Slice, Cath Lab, radiologi, serta apotek pun disiapkan dengan sangat baik.
BACA JUGA:
"Saya pastikan bahwa fasilitas RSUD Komodo siap dipakai, termasuk untuk rujukan KTT ASEAN. Alat-alat yang dipakai di sini pun canggih, presisi, dan kuat," ungkap Menkes Budi.
Memang RSUD Komodo hadir untuk KTT ASEAN, tapi setelah agenda selesai, faskes itu dipastikan akan memberikan manfaat bagi banyak masyarakaf Indonesia untuk mengatasi masalah kesehatannya.
"Buat saya yang lebih penting lagi setelah KTT ASEAN digelar, mungkin ada puluhan, ratusan, ribuan masyarakat yang bisa tetangani masalah kesehatannya," tambah Menkes.
(Dyah Ratna Meta Novia)