KOTA Jakarta punya banyak destinasi wisata dengan beragam tema. Selain taman, tempat bersejarah, pantai, museum, dan ragam tempat hiburan, juga banyak pusat perbelanjaan yang bisa jadi sasaran traveler doyan belanja.
Sedikitnya ada tiga pasar tertua di Jakarta yang bisa disambangi pencinta wisata belanja. Selain untuk belanja, Anda juga bisa mengulik sejarah dari pasar-pasar tersebut.
Ketiga pasar tertua itu sudah menjadi saksi bisu kebangkitan perekonomian Jakarta. Pasar ini memang sudah jadi tempat transaksi jual beli sejak dulu sampai di era TikTok sekarang.
BACA JUGA:
Tentu saja dengan kemajuan sekarang, pasar ini semakin berkembang, maju, dan tertata rapih.
Berikut 3 pasar tertua di jakarta dan sejarahnya.
Pasar Tanah Abang
Pasar Tanah Abang di Jakarta Pusat terkenal sebagai pasar tradisional terbesar di Asia Tenggara, sekaligus pusat perbelanjaan grosir termurah. Pasar Tanah Abang sudah masyhur sejak zaman Hindia Belanda.
Pasar Tanah Abang (Okezone.com)
Pasar Tanah Abang didirikan sekitar tahun 1734 Masehi oleh Yustinus Vinck. Pejabat VOC itu awalnya sengaja tanah untuk mebangun pasar atas izin Gubernur Jenderal Belanda Abrahan Patramini.
Pasar Tanah Abang awalnya dibangun sangat sederhana dan hanya menjual barang tekstil dan kelontong. Pasar Tanah Abang dulu hanya buka pada hari Sabtu sehingga disebut sebagai Pasar Sabtu.
BACA JUGA:
Pada 1926, pemerintah Batavia membongkar Pasar Tanah Abang dan diganti bangunan permanen. Pasar Tanah Abang makin maju setelah adanya Stasiun Kereta Api Tanah Abang.
Pasar Senen
Sama halnya seperti Pasar Tanah Abang, Pasar Senen di Jakarta Pusat juga didirikan oleh Yustinus Vinck pada 1735. Dulu Pasar Senen sempat familiar dengan namanya Vincke Passer atau Pasar Vinck.
Pedagang di Pasar Senen (Okezone)
Awal dibuka pasar ini hanya buka pada hari Senin sehingga dinamakan Pasar Senin. Kemudian karena pengunjung makin ramai, pasar juga dibuka di hari lain.
Pasar Senen merupakan saksi bisu berkembangnya Kota Batavia Lama. Penduduk mulai berdatangan dan perekonomian mulai meningkat.
Pasar Jatinegara
Pasar Jatinegara di Jakarta Timur sudah ada sejak tahun 1770 Masehi.
Saat itu Batavia (sekarang Jakarta) masih dikuasai pemerintah Hindia Belanda dan nama Pasar Jatinegara adalah Mester Passer, diambil dari nama pemilik kawasan tersebut Meester Cornelis Senen.
Pasar Jatinegara dulu sering dilalui Trem Batavia sehingga sangat populer sebagai pusat perdagangan.
Pada masa penjajahan Jepang sekitar 1942, Mester Passer diubah menjadi Pasar Jatinegara. Namanya bertahan sampai kini.
(Salman Mardira)