SEORANG penulis asal Inggris bernama Joseph Mellen, dikenal dengan 'bore hole', sebuah buku kontroversial tentang tiga upayanya mengebor lubang di tengkorak kepalanya sendiri, agar bisa menjadi tinggi secara permanen.
Seperti yang dilansir dari odditycentral, Mellen merupakan seorang anggota aktif revolusi asam Swinging Sixties. Dia menulis bukunya yang terkenal pada tahun 1970-an, dan ceritanya telah menjadi viral secara online selama beberapa dekade terakhir ini, karena alasan yang bisa dimengerti.
BACA JUGA:
Pria tersebut mengebor lubang tengkoraknya tidak hanya satu kali, melainkan hingga tiga kali. Adapun tujuannya yakni untuk menjadi tinggi secara permanen.
Proses pengeboran lubang di tengkorak kepala seseorang disebut dengan trepanasi, proses tersebut dianggap sebagai operasi tertua di dunia.
Tengkorak seseorang yang melakukan proses pengeboran kepala tersebut, telah ditemukan di semua benua. Di mana beberapa suku Afrika banyak yang melakukannya. Joe Mellen sendiri hanyalah salah satu dari sedikit orang dalam sejarah, yang melakukan trepanasi pada dirinya sendiri, guna menghasilkan perjalanan asam permanen.
BACA JUGA:
Penulis asal Inggris tersebut dikabarkan pertama kali melakukan tentang trepanasi pada tahun 1965, dari sesama penggemar asam bernama Bart Huges, yang tampaknya mencobanya sendiri.
Awalnya, ide tersebut terdengar tidak masuk akal, namun seperti yang diceritakan kepada VICE di tahun 2016 lalu, seiring berjalannya waktu, orang akan terbiasa dengan ide tersebut, khususnya saat mereka berjanji untuk membuat perjalanan asam menjadi lebih seru.
"Gagasan besarnya adalah manusia punya masalah, masalahnya adalah penyegelan tengkorak, yang terjadi saat kita sudah dewasa antara 18-21," jelas Mellen.
Joey Mellen pertama kali mencoba melakukan trepanasi sendiri di tahun 1967. Dia bangkrut pada saat itu, dan tidak mampu membeli bor listrik. Jadi, Mellen menggunakan trepan tangan yang dibeli dari toko alat bedah.
Mellen menggambarkannya sebagai sedikit seperti pembuka botol, namun dengan cincin gigi di bagian bawah. Alat tersebut membuat prosedurnya terasa seperti mencoba membuka tutup botol anggur dari dalam.
Langkah pertama berakhir dengan kegagalan yang menyakitkan, namun Mellen yakin manusia membutuhkan lebih banyak darah di otaknya. Mellen mencoba trepanasi lagi sekitar setahun kemudian, dan meskipun berjalan lebih baik daripada yang pertama kali, tapi dia tidak sepenuhnya puas dengan prosedurnya.
"Ada semacam suara 'schlurping' saat saya mengeluarkan trepan dan apa yang terdengar seperti gelembung," jelas Mellen.
Mellen membutuhkan beberapa saat untuk mencoba trepanasi lagi, namun, di tahun 1970, pada upaya ketiga dan terakhirnya, dia akhirnya mencapai apa yang telah dia tetapkan 15 tahun sebelumnya. Di mana Mellen hanya membutuhkan setengah jam secara keseluruhan, termasuk dibersihkan setelahnya.
"Saya merasa hebat karena saya telah melakukannya, tetapi kemudian saya perhatikan setelah sekitar satu jam saya mulai merasa ringan, seperti beban telah terangkat dari saya, Saya melakukannya di malam hari dan pergi tidur jam 11 malam dengan perasaan baik, dan saya masih bisa merasakannya saat bangun keesokan paginya. Dan kemudian saya menyadari, 'Ini dia. Selesai'." tutur Mellen.
Sebagai informasi, buku legendaris Joseph Mellen, Bore Hole, menjelaskan dengan detail soal bagaimana dia mendapatkan ide untuk mengebor lubang di tengkorak kepalanya, dan bagaimana dia melakukannya dalam tiga kali upaya.
(Vivin Lizetha)