SORONG Selatan berhasil mencatat sejarah sebagai Kabupaten pertama di tanah Papua yang mampu mengeliminasi malaria.
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, meski kasus malaria masih cukup tinggi di Indonesia, tapi Sorong Selatan di Papua Barat Daya berhasil eliminasi malaria.
"Kami berharap, di tahun-tahun mendatang akan lebih banyak lagi kabupaten atau kota yang mengikuti (kesuksesan) Sorong Selatan (mengeliminasi malaria)," kata dr Maxi dalam keterangan resminya, Kamis (4/5/2023).
Menurut catatan Kemenkes, kasus malaria di Indonesia masih terus meningkat dari tahun ke tahun. Paling banyak kontribusi kasus malaria di wilayah timur Indonesia, seperti di Papua, Papua Barat, Maluku, dan NTT.
Seperti apa memangnya catatan kasus malaria di Sorong Selatan sampai akhirnya nol kasus?
Diterangkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sorong SelatanBACA JUGA:
WHO: Kasus Kematian akibat Malaria Sukses Menurun di 2021, Tapi..... Dance Nauw, eliminasi malaria adalah proses panjang dari 2009 sampai 2022.
"Jumlah kasus malaria dari 2009 sampai 2022 mencapai angka tertinggi hingga 8 ribu pada 2012 dan 2013. Kemudian kasusnya mulai turun di 2006 hingga 2022," kata Dance.
BACA JUGA:
"Dan di 2022 tercatat kasus malaria di Sorong Selatan hanya 21 kasus," tambahnya.
Apa yang dilakukan Sorong Selatan dalam mengeliminasi malaria?
Dance menuturkan, ada sejumlah upaya yang dilakukan pemerintah daerah sejak 2009 hingga 2022 untuk mengeliminasi malaria.
1. Pertama adalah distribusi kelambu massal sebanyak 87.480 dari 2009-2014.
2. Lalu, dari 2009 sampai 2015 juga pemda setempat melakukan pelatihan kepada 19 analis, 17 surveilans, 12 bidan, dan 3 dokter untuk mengatasi malaria di sana.
3. Kemudian, sejak 2009-2017, Sorong Selatan melakukan mass blood survey (MBS) dan indoor residual spraying (IRS) di wilayah endemis tinggi, serta pembentukan kader malaria.
4. Sejak 2017 hingga sekarang, pemerintah Sorong Selatan diketahui memberlakukan program Bela Kampung sebagai pilot project strategi bertahan PE 1 2 5 Provinsi Papua Barat.
5. Sejak 2020 sampai sekarang, pemda membentuk tim advokasi dan penilaian mandiri, menindaklanjuti hasil penilaian pelatihan entomolog, dan on the job training ahli teknologi laboratorium medik.
6. Belum berhenti, sejak 2021-2022 pemda Sorong Selatan melakukan pemetaan reseptivitas, pengendalian jentik, surveilans migrasi, dan perjanjian lintas batas.
Kesemuanya itu ternyata berhasil membawa Sorong Selatan memperoleh status eliminasi malaria. Semoga ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain yang masih berjuang mengeliminasi malaria.
(Dyah Ratna Meta Novia)