KEMBALI terjadi kasus unik benda asing tersangkut masuk ke dalam tubuh yang sukses membuat para dokter terheran-heran dibuatnya. Kali ini kasus medis unik tersebut, diketahui datang dari Kolombia.
Kasus ini dialami oleh seorang pria paruh baya, berusia 53 tahun yang kedapatan ada benda asing telah masuk dan tersangkut ke dalam anusnya. Awalnya, pria berusia yang tidak disebutkan namanya tersebut datang periksa ke rumah sakit dengan mengeluh rasa sakit pada anusnya.
Awalnya, ketika dokter yang melakukan pemeriksaan fisik pada sang pasien, tak menemukan apapun yang mencurigakan. Namun dari hasil pemeriksaan sinar-X, memperlihatkan ada sebuah bohlam alias bola lampu berukuran cukup besar yang tertancap di dalam anus sang pasien.
“'Tidak tedeteksi, tak teraba pada pemeriksaan rektal,” kata Dr Julian Pylori, ahli gastroenterologi di Kolombia yang mengungkap kasus medis unik ini secara online, melansir DailyMail, Selasa (2/5/2023).
Temuan ini pun sukses membuat para dokter terkejut, karena tak habis pikir dan bagaimana bisa bola lampu tersebut bisa masuk dan tersangkut di dalam anus pasien. Meski tak diketahui secara pasti penyebab bohlam tersebut masuk dan tersangkut di anus, tak ditampik sebagian kasus seperti ini diketahui terjadi karena faktor seksual.
Di sisi lain, para dokter mengungkapkan bahwa pasien tersebut beruntung karena bohlam tersebut tidak pecah saat tersangkut di dalam anus si pasien. Lalu bagaimana cara untuk mengeluarkannya?
Ahli gastroenterology, Dr Ikram Tirmizi menyebut, teknik mengeluarkan benda asing seperti bohlam, penyedotannya bisa dilakukan seperti yang dilakukan oleh dokter kandungan selama persalinan normal melalui vagina.
Tindakan mengeluarkan benda asing dari anus bukanlah hal yang mudah dan harus sangat berhati-hati agar tidak merusak anus dan mengganggu masalah kesehatan lainnya.
"Ketika pasien datang, terkadang mudah untuk ditangani dan membutuhkan sedikit kerja keras dengan menggunakan banyak pelumas dan beberapa alat dasar untuk memegang benda tersebut. Sehingga bisa ditarik keluar dengan lembut,” ujar Dr. Alice Murray, ahli bedah kolorektal di Harvard Medical School,
Namun, dalam kasus yang rumit, harus dilakukan ekstrasi dengan cara lain.
“Jika benar-benar rumit, para dokter mungkin harus melakukan tindakan ini di ruang operasi dengan pasien dibius atau dibius dan dengan relaksasi penuh pada sfingter,” pungkasnya.
(Rizky Pradita Ananda)