ARTIS senior Iqbal Pakula dikabarkan meninggal dunia kemarin. Hal ini diketahui dari berbagai informasi yang disampaikan rekan sejawat ucapkan belasungkawa atas kepergiannya.
"Innalillahi wa innailaihi roji’un…Telah meninggal dunia dengan tenang sahabat, adik saya tercinta @iqbalpakula21 pada pukul sekitar 02.30 WIB di RS Siloam Semanggi Jakarta. Ya Allah… terima kasih saya diberikan kesempatan untuk mengantarkan alm sampai akhir hayatnya dengan mengucap terus menerus Allahu Akbar," ungkap Hedi Yunus dalam akun Instagramnya
Berdasarkan informasi yang dihimpun MNC Portal, kalau Iqbal sempat mengalami gagal nafas dan akhirnya meninggal dunia. Lantas seberapa bahaya kah gagal napas itu?.
Melansir dari Healthline, gagal nafas atau juga disebut gagal nafas kronik merupakan sebuah kondisi lanjutan dari gangguan sistem pernafasan. Mereka biasanya terjadi secara perlahan dalam jangka waktu yang lama.
Gagal napas kronis juga dapat diklasifikasikan sebagai gagal napas hiperkapnia atau hipoksemia. Kadar karbon dioksida dalam darah yang tinggi menyebabkan gagal napas hiperkapnia, sementara kadar oksigen darah yang rendah menyebabkan gagal napas hipoksemia.
Pasien dengan gagal nafas bisa lebih parah, saat mengalami irama jantung yang tidak normal, berhenti bernapas, atau mengalami koma.
"Gagal napas kronis biasanya terjadi saat saluran udara membawa udara ke paru-paru menjadi sempit dan rusak. Ini membatasi pergerakan udara ke seluruh tubuh Anda, berarti lebih sedikit oksigen yang masuk dan lebih sedikit karbon dioksida keluar," keterangan dalam Healthline
Diketahui, almarhum Iqbal sempat melakukan operasi untuk pemasangan ring di Jantung. Bahkan dari informasi yang beredar, kalau Iqbal juga sempat didiagnosis mengidap leukemia.
BACA JUGA:
Perlu diketahui, orang dengan penyakit gagal nafas, harus dilakukan pengecekan lebih lanjut oleh dokter untuk mengetahui jenis pengobatan apa yang akan dijalankan.
BACA JUGA:
Melansir medical news today, orang dewasa atau lebih tua juga lebih mungkin mengalami kegagalan pernapasan akut karena peningkatan kerentanan terhadap infeksi dan melemahnya otot paru-paru.
Kegagalan pernafasan akut dapat menyebabkan berbagai komplikasi, beberapa di antaranya bisa berakibat fatal. Ini termasuk, kerusakan permanen atau jaringan parut pada paru-paru, infeksi, seperti sepsis, kerusakan hati, komplikasi neurologis dari kekurangan oksigen, kerusakan ginjal sampai berhenti nafas.
(Dyah Ratna Meta Novia)