Stres Level Tinggi hingga Kurang Tidur, 6 Penyebab Sering Lapar

Pradita Ananda, Jurnalis
Selasa 25 April 2023 08:00 WIB
penyebab perut terus menerus merasa lapar, (Foto: Freepik)
Share :

MENJALANI pola hidup yang serba cepat, tak jarang banyak orang yang asal dan sembarangan soal pola makan. Sekedar kenyang dan sudah makan, dilakukan banyak orang sehari-hari.

Walau makan teratur, apa yang dimakan sering tidak diperhatikan dengan baik. Belum lagi kebiasaan sering memilih makanan berdasarkan mood, dan kenyamanan diri sendiri daripada nilai gizinya. Jika pola makan tidak terpantau dengan baik, gaya hidup secara keseluruhan juga bisa terpengaruh.

Salah satunya kerap merasa lapar terus-menerus, sulit untuk memuaskan rasa lapar meski sudah makan secara teratur. Secara kesehatan, ada beberapa alasan yang mendasari kondisi ini. Dijelaskan ahli gizi, Lovneet Batra berikut tujuh alasan kenapa terus menerus merasa lapar walau sudah teratur makan, sebagaimana dilansir dari NDTV, Selasa (25/4/2023).

1. Asupan protein kurang: Protein bekerja dengan meningkatkan produksi hormon yang menandakan rasa kenyang dan mengurangi kadar hormon yang merangsang rasa lapar. Makanya, napsu makan meningkat karena tubuh kekurangan asupan protein. Tingkatkan asupan protein bisa dengan mengonsumsi lebih banyak produk susu, telur, dan daging tanpa lemak.

2. Kurang tidur: Ini sangat berpengaruh, disebut Lovneet karena tidur membantu mengatur ghrelin, hormon perangsang nafsu makan. Oleh karena itu, jika kurang tidur atau jika tidur cenderung terganggu, tak jarang kemungkinan membuat kita merasa lebih lapar dari biasanya. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa masalah tidur juga bisa menyebabkan seseorang mengidam junk food.

 BACA JUGA:

3. Kurang serat: Lovneet mengakatak makanan berserat tinggi bisa meningkatkan produksi asam lemak rantai pendek, yang menyebabkan tubuh terasa kenyang. Kurang konsumsi serat, artinya perut jadi tak mudah kenyang dan terus merasa lapar.

4. Kebanyakan makan karbohidrat: Makanan dengan karbohidrat menyebabkan fluktuasi gula darah. Alih-alih makanan tinggi karbohidrat, disarankan memilih makanan kaya serat yang bantu perut merasa kenyang lebih lama. Pola makan seperti itu tidak hanya membantu mengatur kadar gula darah tetapi juga menghindari masalah pencernaan seperti sembelit.

5. Stres tingkat tinggi: Stress bisa meningkatkan kadar kortisol dalam tubuh, hormon yang sudah terbukti meningkatkan rasa lapar dan membuat seseorang mengidam makanan.

6. Kondisi medis lainnya: Rasa lapar yang berlebihan walau sudah makan teratur, bisa juga menjadi gejala dari kondisi medis seperti depresi, kecemasan dan sindrom pramenstruasi. Namun, dalam hal ini, nafsu makan yang meningkat hanya akan menjadi salah satu indikatornya saja karena banyak faktor yang harus diperhitungkan.

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya