RASA lapar bagi sebagian besar orang awam, mungkin hanya sebagai pertanda bahwa perut kosong dan sinyal tubuh perlu diberi asupan makanan agar perut kenyang dan tubuh bisa berfungsi normal.
Tapi jangan salah, rasa lapar bukan hanya menyangkut soal perut. Namun bisa juga berkaitan dengan emosional seseorang. Inilah yang secara medis, disebut dengan emotional hunger.
Rasa lapar yang datang ketika diri sedang merasa cemas, tertekan, atau kecewa. Emotional hunger ini bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Lalu bagaimana kita bisa membedakan antara rasa lapar emosional atau lapar fisik? Berikut adalah beberapa tanda-tanda yang menunjukkan bahwa seseorang mengalami emotional hunger alias rasa lapar emosional, sebagaimana melansir Times of India, Sabtu (22/4/2024).
1. Meredakan emosi dengan makanan: Kebiasaan mencari makanan ketika merasa cemas dan panik. Ini tanda kalau makanan jadi cara untuk meredakan emosi dan bukan karena lapar fisik.
2. Lemah di depan makanan: Sering merasa tidak berdaya di depan makanan dan merasa sulit untuk menahan diri untuk tidak makan lebih banyak.
3. Sulit berhenti makan: Ketika merasa lemah di depan makanan dan sulit untuk tak tergoda, menghentikan diri untuk tidak makan lebih banyak, salah satu tanda terkena emotional hunger.
4. Banyak kenangan dengan makanan: Saat mengingat kenangan yang baik, hampir sebagian besar memori yang dimiliki pasti terkait dengan pengalaman makanan.
5. Merasa bersalah usai makan: Sering merasa bersalah dan berjanji pada diri sendiri untuk tidak makan dengan emotional eating di lain waktu.
6. Cemas ketika tidak bisa makan: Kondisi ketika benar-benar merasa lapar dan gelisah, rasa lapar ini bukanlah lapar fisik, melainkan lapar emosional
7. Sangat menginginkan sesuatu yang spesifik: Ngidam, atau dengan kata lain menginginkan makanan tertentu secara spesifik, ini bukanlah rasa lapar fisik, melainkan rasa emosional
8. Hati senang dengan makanan: Hadirnya perasaan senang yang tidak bisa didapatkan dari aktivitas atua kegiatan lain.
9. Kesulitan mengatasi perasaan negatif tanpa makanan: Sering melampiaska emosi ke makanan, saat menghadapi masa-masa sulit dan sulit mengatasi emosi tanpa kehadiran makanan.
10. Merasa makan lebih banyak daripada orang lain: Sering merasa malu dengan kebiasaan makan di keramaian, karena merasa makan dalam jumlah lebih banyak daripada orang pada umumnya. Ini tanda bahwa seseorang sedang melakukan emotional eating.
Dengan mengenali tanda-tanda ini, bisa membedakan perbedaan antara lapar fisik dan lapar emosional, kita bisa mengontrol kebiasaan makan dan menerapkan pola hidup yang sehat.
(Rizky Pradita Ananda)