SIAPA sangka pameran mumi kuno bisa jadi potensi penyebaran infeksi jamur pada manusia? Inilah yang terjadi pada pameran koleksi mumi kuno dari Meksiko.
Pameran tersebut dinilai berpotensi mendatangkan bahaya bagi para pengunjung yang datang. Pameran mumi ini dilaporkan mengancam keselamatan manusia, para pengunjung yang datang karena satu mumi mengandung koloni jamur yang berbahaya, dilansir dari IFL Science, Rabu (5/4/2023) karena itu dibutuhkan tinjauan lebih lanjut.
Saran tinjauan itu disampaikan pihak National Institute of Anthropology and History, seiring kekhawatiran bahwa jamur yang tumbuh di mumi bisa menginfeksi orang yang memegang atau bahkan mungkin sekadar datang melihatnya.
"Dari beberapa foto yang dipublikasi, setidaknya ada satu mumi menunjukkan tanda-tanda kemungkinan pertumbuhan koloni jamur yang aktif," bunyi laporan IFL Science dari AP News.
Masih dari laporan yang sama, kabarnya disebutkan mumi yang memperlihatkan adanya kemungkinan pertumbuhan koloni jamur aktif tersebut masih dipajang tanpa ada perlindungan publik terhadap biohazards.
BACA JUGA:
Laporan menerangkan, jika etalase kaca tempat mumi itu ditempatkan tidak kedap udara. Maka dari itu, besar kemungkinan spora menyebar ke pengunjung dan dikhawatirkan penyakit baru akan muncul.
Jika benar etalase tempat penyimpanan mumi kuno tersebut, tak kedap udara. Maka itu bukan kali pertama pameran mumi jadi sumber infeksi jamur bagi manusia modern.
Sebelumnya, terjadi kasus pada penggalian Tutankhamun, mumi paling terkenal dalam sejarah manusia. Mumi itu dikabarkan telah membunuh lebih dari 10 orang yang menghadiri pameran, termasuk Lord Carnarvon.
Jamur Aspergillus disebut-sebut sebagai dalang dibalik peristiwa tragis tersebut. Jamur Aspergillus, merupakan jenis jamur yang bisa bertahan dalam keadaan tak aktif untuk waktu yang sangat lama, bahkan di kuburan sekalipun. Dengan kekuatan itu, keberadaan jamur itu bisa meningkatkan virulensi.
"Ketika kuburan dibongkar, udara yang keluar dari dalam tanah dan di sekitar mayat dipercaya mengandung spora yang bisa masuk ke manusia melalui hidung atau mulut," jelas laporan tersebut.
Kejadian serupa juga terjadi pada tahun 1970, saat pembukaan makam Raja Casimir IV yang dibuka kembali setelah 600 tahun lamanya. Sebanyak 12 ilmuwan yang hadir ke pembongkaran kuburan, 10 di antaranta meninggal dunia dalam beberapa minggu.
(Rizky Pradita Ananda)