Kasus Pertama di Dunia, Pria Terinfeksi Penyakit Jamur Tanaman Mematikan

Pradita Ananda, Jurnalis
Jum'at 31 Maret 2023 08:15 WIB
kasus pertama infeksi penyakit jamur tanaman pada manusia, (Foto: Science Direct)
Share :

SEORANG pria di India dilaporkan terinfeksi oleh penyakit jamur tanaman, yang menjadikan dirinya sebagai kasus infeksi pertama di dunia yang terjadi pada manusia.

Dokter mendiagnosis pria yang tak disebutkan namanya tersebut dengan Chondrostereum Purpureum, jamur tanaman yang juga menjadi penyebab atas penyakit daun perak pada tanaman, mengutip New York Post, Jumat (31/3/2023).

Merujuk pada penjelasan University of California Agriculture & Natural Resources, penyakit daun perak sendiri, umumnya menginfeksi kayu dan daun beberapa pohon, penyebab daun dan kayu di pohon berubah menjadi abu-abu keperakan, yang mana disebarkan oleh spora lewat udara.

Dalam kasus yang ditulis oleh tenaga medis Consultant Apollo Multispecialty Hospitals dalam jurnal Medical Mycology Case Reports tersebut, pria berusia 61 tahun itu awalnya datang ke rumah sakit dengan mengeluhkan suara serak, susah menelan, sakit tenggorokan, dan kelelahan selama tiga hari. Lanjut diketahui, ternyata pria tersebut sehari-hari merupakan seorang pemburu jamur.

Setelah diperiksa oleh dokter, namun sang pria ternyata tidak punya penyakit penyerta atau kondisi kesehatan khusus yang membuat dirinya berisiko. Begitu di rumah sakit, dokter melakukan pemeriksaan rontgen dan CT scan, hasil rontgen di dada menunjukkan hasil normal tetapi hasil CT scan menunjukkan ada abses paratrakeal di lehernya.

Abses paratrakeal sendiri diketahui bisa memblokir saluran udara dan menyebabkan infeksi yang mengancam nyawa, bersifat bisa mematikan jika tak ditangani dengan cepat.

Selanjutnya sang pria diberi obat-obatan anti jamur yang harus diminum selama dua bulan, dan dibedah untuk mengeluarkan nanahnya. Nanah yang sudah dikeluarkan ini kemudian dikirim ke pusat kolaborasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di India utara untuk diuji.

Para peneliti menyakini pria paruh baya tersebut tertular penyakit saat melakukan penelitian untuk pekerjaannya sebagai ahli mikologi tanaman yang membuatnya terpapar sesuatu yang membusuk, jamur, dan berbagai jamur tanaman untuk waktu yang lama.

 

(Foto: Science Direct) 

Menurut peneliti, hingga saat ini, belum ada bukti bahwa manusia bisa terinfeksi oleh jamur khusus ini. Dari sekian juta jamur, saat ini hanya beberapa ratus yang bisa menyerang manusia dan hewan serta tumbuhan.

Meski memang, peneliti tak menampil selama beberapa puluh tahun ke belakang banya muncul jamur patogen baru, yang salah satunya sebagai akibat dari global warming.

“Selama beberapa dekade terakhir, banyak jamur patogen baru telah muncul. Memburuknya pemanasan global dan aktivitas peradaban manusia lainnya membuka ‘kotak pandora’ untuk penyakit jamur baru,” tulis para peneliti dalam penelitian tersebut. “

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya