MENTENG sejak dulu dikenal sebagai kawasan elite di jantung Kota Jakarta. Menteng dipenuhi rumah-rumah mewah, pusat bisnis, perkantoran, hingga bertaburan kafe dan restoran mahal. Juga tersedia lokasi wisata. Menteng dikenal sebagai tempat tinggal banyak pejabat tinggi negara dan duta besar negara sahabat.
Kecamatan Menteng kini merupakan Pusat Pemerintahan dari Kota Administrasi Jakarta Pusat.
BACA JUGA:
Menurut sejarah, Menteng berasal dari pohon buah menteng. Di mana dulunya kawasan tersebut masih kawasan hutan yang ditumbuhi pepohonan rindang, termasuk pohon-pohon menteng.
Pada pertengahan abad ke-18, Menteng ternyata terdapat tuan yang memiliki kawasan tersebut. Tuan tanah itu asal Moor (Arab), bernama Assan Nina Daut. Ia dikenal sebagai saudagar kaya raya, sehingga memiliki tanah yang sangat luas, lengkap serta pohon-pohonnya.
Setelah itu pada tahun 1790, kawasan ini berpindah kepemilikan yaitu jatuh di tangan Belanda. Ia bernama J. Du Chene de Vienne, kemudian diwariskan kepada keturunan-keturunannya.
BACA JUGA:
Kemudian pada abad ke-19, di mana cukup banyak orang-orang Hadramaut bermigrasi. Lalu akhirnya membeli tanah beserta sejumlah bangunan tempat tinggal di kawasan Menteng.
Selanjutnya pada awal abad ke-20, Belanda mengambil alih lagi kawasan Menteng. Mereka membuat proyek yang dinamakan "Nieuw Gondangdia". Yang mana proyek ini bertujuan, untuk membuat kawasan perumahan terintegrasi langsung dengan kawasan suburban lainnya.
Proyek "Nieuw Gondangdia" ini juga dibangun tempat-tempat umum, seperti taman-taman terbuka. Salah satunya adalah Taman Suropati yang hingga kini masih eksis dan jadi bagian ikon taman di Jakarta.
Bangsa Eropa memiliki Menteng, karena suasananya sangat asri, ditumbuhi dan dikelilingi banyak pepohonan rindang. Sehingga mereka cukup betah berlama-lama dan mau tinggal di kawasan tersebut.
Jika Okezoners warga Jakarta, tentunya tahu bahwa hingga kini kawasan Menteng banyak berdiri hunian-hunian mewah. Beberapa di antaranya masih ada bangunan-bangunan sisa-sisa Belanda, kini dialih fungsikan untuk perkantoran dan tempat-tempat lainnya.
Tak hanya perumahan, dibangun pula berbagai bangunan utilitas dan fasilitas di kawasan Menteng antara lain dan kini masih berdiri bertahan, seperti ;
Gedung N.V. de Bouwploeg, sekarang Masjid Cut Meutia.
Gedung Bataviasche Kunstkring, sekarang kantor Imigrasi.
Gedung Nassaukerk, sekarang Gereja St.Paulus dan Gereja Theresia.
Gedung-gedung kantor dan sekolah yang sampai sekarang masih berfungsi, seperti Gedung Ditjen Kebudayaan, gedung sekolah di HOS. Cokroaminoto, jalan H.Agus Salim.
(Salman Mardira)