KENTANG goreng atau french fries tak dipungkiri memang jadi salah satu jenis camilan favorit banyak orang. Tua, muda, anak-anak, remaja, suka mengonsumsi salah satu jenis ‘finger food’ ini.
Rasa yang gurih dan tekstur yang renyah, bisa dicocol oleh berbagai saus aneka rasa sebagai pendamping, menambah kelezatan dari kentang goreng. Bisa dimakan hanya sebagai menu tunggal, bisa juga sebagai side dish atau pendamping lauk seperti steak daging atau fish and chips.
Di balik kelezatannya, ternyata ada bahaya yang mengintai kesehatan dalam jangka panjang dari konsumsi berlebihan kentang goreng. Studi penelitian yang dilakukan pada 4500 orang yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition, menyebutkan mengonsumsi kentang goreng lebih dari dua kali dalam satu pekan bisa menaikkan, meningkatkan hingga dua kali lipat risiko kematian dini, dilansir dari Times of India, Selasa (7/3/2023).
Para peneliti, meng-highlight penggunaan minyak goreng sebagai dalang di balik risiko kesehatan dan lebih sedikit pada sajian kentang goreng itu sendiri.
Selain menggandalipatkan risiko kematian dini pada seseorang, ada beberapa risiko bahaya yang lain bisa mengancam kesehatan kita apabila terlalu banyak mengonsumsi kentang goreng:
1. Obesitas: Makanan yang digoreng, tinggi lemak dan kalori yang bisa menyebabkan penambahan berat badan. Saitu studi yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition menemukan, bahwa makan gorengan terkait langsung dengan obesitas.
2. Sakit perut: Ini karena Llmak dicerna lebih lambat oleh tubuh, jika dibandingkan dengan karbohidrat dan protein. Artinya, kentang goreng yang dimakan, akan lama berada di perut.
Merujuk pada penelitian yang diterbitkan dalam Journal Ultrasound International Opens. Seseorang punya peluang lebih besar untuk menderita sakit perut saat makan goreng-gorengan.
3. Menurunkan kekebalan tubuh: Dari penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Current Opinion in Clinical Nutrition and Metabolic Care, makan makanan berlemak tinggi berlemak bisa merusak mikrobioma, cara kerjanya dengan meningkatkan bakteri tak sehat. Imbasnya? Bisa menurunkan kekebalan tubuh.
BACA JUGA:
4. Risiko jantung dan stroke: Suatu penelitian mendapati kalau makan gorengan tiga kali atau lebih dalam seminggu, bisa meningkatkan kemungkinan seseorang terkena serangan jantung dan stroke sampai 7 persen. Jika orang mengonsumsi gorengan setiap hari, artinya risiko ini menjadi dua kali lipat hingga 15 persen.
5. Kabut otak: Kentang goreng digoreng dengan minyak terhidrogenasi, di dalamnya mengandung sarat lemak trans. Lemak trans ini bisa meningkatkan kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL). Sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung. Didukung oleh penelitian lainnya, orang dengan lebih banyak lemak trans dalam darahnya, disebut 75 persen lebih mungkin berisiko mengembangkan penyakit Alzheimer.
(Rizky Pradita Ananda)