TANDA kadar kolesterol sudah tinggi di tubuh, selama ini familiar hadir dalam bentuk leher tengkuk pegal atau tangan dan kaki kesemutan.
Jangan salah, tanda kolesterol sudah tinggi juga bisa muncul di bagian tubuh lain yakni mata. Kolesterol tinggi dalam darah, bisa memengaruhi mata. Secara umum, ada beberapa tanda di mata yang mengisyaratkan kolesterol tinggi.
Dikutip dari laman Care Optics, Minggu (5/3/2023), tiga tanda yang bisa terlihat yakni pertama adanya endapan putih, abu-abu, dan kuning di sekitar kornea, lalu daya penglihatan mengabur, dan ada benjolan kuning di sekitar mata.
Terkait tanda kolesterol tinggi yang bisa muncul di mata, disampaikan Dokter Matthew Bovenzi, asisten profesor klinis di layanan perawatan primer University of Eye Center, selain tiga yang disebutkan di atas, masih tanda lain kolesterol tinggi yaitu munculnya cincin kebiruan di dekat bagian luar kornea.
"Cincin kebiruan ini disebut arcus senilis, biasanya muncul paling sering akibat pertambahan usia," ujar dr. Bovenzi dikutip dari laman resmi State University of New York College of Optometry.
Cincin kebiruan atau Arcus Senilis tersebut bersifat jinak dan tidak mengganggu penglihatan. Namun dr. Bovenzi menyarankan, jika Anda atau sanak famili punya tanda ini, segera lakukan tes panel lipid di fasilitas kesehatan.
BACA JUGA:
Selain kemunculan cincin biru, tanda lain dari kolesterol tinggi di mata juga bisa berupa munculnya benjolan kecil di atas mata dan dekat hidung, yaitu xanthelasma.
" Xanthelasma juga jinak dan bisa menjadi penanda kolesterol tinggi," tambah dr. Bovenzi.
Dari dua tanda di atas yang disebutkan, dr. Bovenzi meng-highlight satu tanda yang harus diwaspadai ialah munculnya plak di dalam mata atau plak Hollenhorst. Plak Hollenhorst merupakan penumpukan kolesterol yang terlepas dari gumpalan yang berpotensi kebutaan.
"Plak Hollenhorst bisa menghalangi aliran arah ke mata, sehingga menyumbat arteri dan menyebabkan kematian jaringan mata. Itu yang menjadi penyebab kebutaan," jelas dokter mata tersebut.
Masih dari keterangan dr. Bovenzi, plak Hollenhorst ini juga bisa menutupi jalannya darah ke otak. Ketika pembuluh darah di otak tertutup, bisa memicu serangan stroke yang juga bisa mengakibatkan kebutaan, kehilangan kontrol sensorik atau motorik, kehilangan kemampuan bicara atau ingatan, bahkan dampak fatal seperti kematian.
(Rizky Pradita Ananda)