Tingkat Hunian Hotel Berbintang di Kota Malang Turun di Awal 2023, Ini Penyebabnya

Avirista Midaada, Jurnalis
Kamis 02 Maret 2023 17:20 WIB
Ilustrasi hotel (Foto: Pixabay)
Share :

OKUPANSI atau Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kota Malang, Jawa Timur selama Januari 2023 turun 10,71 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan TPK hotel ini disebabkan karena sudah berakhirnya momentum libur Natal dan tahun baru.

Pada Desember 2022, TPK hotel berbintang di Kota Malang melonjak karena banyak orang menghabiskan liburan di Malang. Malang termasuk kota tujuan wisata di Jatim yang ramai saat musim liburan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Erny Fatma Setyoharini mengungkapkan bahwa pada Desember 2022, TPK hotel berbintang di Kota Malang sebesar 65,60 persen dan pada Januari 2023 turun menjadi 54,89 persen.

 BACA JUGA:3 Kecamatan Teramai di Kota Malang, Berapa Jumlah Penduduknya?

"TPK Hotel Berbintang Kota Malang pada Januari 2023, mengalami penurunan 10,71 poin jika dibandingkan Desember 2022," kata Erny, Kamis (2/3/2023).

Meski demikian, kategori TPK hotel berbintang di Kota Malang pada periode Januari 2023 ini masih cukup tinggi dan tergolong bagus. Menurutnya, dengan TPK hotel berbintang di Kota Malang yang tercatat sebesar 54,89 persen tersebut, maka tingkat keterisian kamar pada hotel berbintang, dari 100 kamar tersedia terisi 54-55 kamar per hari.

"Masih cukup tinggi, namun jika dibandingkan Desember 2022 itu turun. Karena memang pada Desember 2022 itu puncaknya, ada liburan Natal, sekolah dan lainnya," ungkapnya.

 

Ia menambahkan, jika dibandingkan dengan TPK hotel berbintang di Jawa Timur dan nasional yang sebesar 46,07 persen, Kota Malang masih lebih tinggi. Secara Year on Year (YoY) TPK Hotel Berbintang di Kota Malang mengalami kenaikan 11,16 poin.

Sementara untuk rata-rata lama menginap tamu pada hotel berbintang di Kota Malang, pada periode yang sama, tercatat 1,58 hari. Dari total tersebut, rata-rata tamu asing menginap sebesar 1,86 hari dan tamu nusantara 1,58 hari Untuk tingkat penghunian kamar hotel berbintang di Kota Malang.

 BACA JUGA:Danau Toba Butuh Hotel Bintang 5 untuk Dukung Event Internasional

"Masih didominasi oleh tamu nusantara dengan komposisi mencapai 98,88 persen, sedangkan untuk tamu mancanegara sebesar 1,12 persen," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Agoes Basoeki mengakui, penurunan tingkat penghunian kamar (TPK) di bulan Januari 2023 ini. Pasalnya dari data anggota PHRI Kota Malang ada 40 persen penurunan tingkat hunian hotel.

"Memang turun, 40 persen turunnya, ada hotel - hotel tertentu masih ramai, kalau di weekday turunnya. Di weekend masih lumayan, masih besar Februari ini mulai naik lagi," kata Agoes Basoeki.

Tetapi Agoes mengakui adanya libur panjang saat Tahun Baru Imlek masih menolong tingkat hunian atau okupansi. Apalagi ditunjang dengan sejumlah event kegiatan berskala nasional di Kota Malang mulai menjadi tuan rumah Indonesia Basket League (IBL) hingga Proliga 2023.

"Jadi di mana ada libur di mana ada kegiatan itu pasti ramai, berpengaruh juga, di Kota Malang ini kota wisata juga," tuturnya.

Bahkan Agoes menjelaskan, wisatawan mancanegara (wisman) juga mulai banyak berdatangan ke Kota Malang sejak awal tahun 2023 ini. Mereka biasanya menjadikan Malang kota singgah sebelum menuju Wisata Gunung Bromo, dengan lama tinggal di hotel maksimal dua hari.

 

"Wisman ada, tapi tidak terlalu banyak, belum dibuka penuh, sudah mulai normal. Rata-rata orang asing (menginap di hotel) dua hari. Sebetulnya kita daerah penyangga ke Bromo Tengger Semeru, ini wisman ke Bromo itu bermalamnya di Malang," jelasnya.

Maka kesempatan berada di Kota Malang itu pihaknya juga telah mendorong mempromosikan wisata - wisata bernuansa heritage yang ada di Kayutangan Heritage kepada para wisatawan asing itu.

"Salah satu promo kami untuk dikunjungi juga, contohnya heritage Kayutangan, bukan jalan Kayutangan di Basuki Rahmat-nya, tapi masuk ke dalamnya juga perlu dikunjungi wisatawan," tukasnya.

(Salman Mardira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya