Besok! PeduliLindungi Berubah Jadi Satu Sehat, Apa Manfaatnya?

Kevi Laras, Jurnalis
Selasa 28 Februari 2023 12:40 WIB
Aplikasi PeduliLindungi siap berganti nama, (Foto: IST)
Share :

RABU 1 Maret 2023 alias esok hari aplikasi PeduliLindungi akan ‘lenyap’ alias berganti nama. Ya, mulai besok, aplikasi rekam digital masyarakat Indonesia selama pandemi Covid-19 ini akan berganti nama menjadi SatuSehat.

Perubahan nama tersebut, diungkap Agus Rachmanto, Deputi Chief Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan, sebagai wujud dari bentuk transformasi sistem kesehatan di Indonesia.

Selain itu, menurut Agus juga sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kesalahan atau tercecernya data kesehatan masyarakat.

"Iya mulai 1 Maret ya (berubah nama), menjadi sistem digitalisasi untuk menghindari data tercecer, kelalaian yang harus kita hindari,” ucap Agus dikutip dari Radio Kesehatan, Selasa (28/2/2022).

“Sehingga memang, sistem by sistem dan bisa diauntetikasi (proses identifikasi pengguna). Gunanya jadi bisa membantu pasien berobat ke satu tempat ke satu tempat lainnya," jelasnya lagi.

Berdasarkan keterangan Juru Bicara Kemenkes, dr. Mohammad Syahril masyarakat tidak perlu menghapus dan mengunduh ulang karena aplikasinya cukup diperbarui dan aplikasi yang tadinya PeduliLindungi bisa berubah langsung menjadi Satu Sehat.

“Enggak perlu (dihapus dan install ulang),” kata dr Syahril saat dihubungi MNC Portal, Selasa (28/2/2023)

Aplikasi Satu Sehat salah satu cara Kemenkes mengintegrasikan data rekam medis pasien di fasilitas kesehatan, ke dalam satu platform Indonesia Health Services, sebagai wujud dari salah satu transformasi teknologi sistem kesehatan.

Dijelaskan terpisah oleh Wakil Menteri Kesehatan, Prof Dante Saksono Harbuwono Satu Sehat akan mengeluarkan data yang seragam dan telah menyatukan 400 data laporan secara digital, memangkas banyak aplikasi dan dirangku hanya menjadi tinggal 8 aplikasi (pelaporan).

"Satu Sehat ini punya spesifikasi khusus, dulu pelaporan aplikasi ada di sistem kesehatan itu kita bisa identifikasi lebih dari 400 pelaporan secara digital. Jadi kerjaannya puskesmas yang awalnya mengisi aplikasi yang jumlahnya 400, lewat Satu Sehat jadi cuma tinggal 8 aplikasi," ungkap Prof Dante dalam Konferensi Pers Rapat Kerja Kesehatan Nasional di Jakarta, 23 Februari lalu.

 BACA JUGA:Ingat! Pedulilindungi Bakal Ganti Jadi Satu Sehat Mulai Besok 1 Maret 2023

BACA JUGA:Kemenkes: 58 Kasus Varian Orthrus Tersebar di 7 Kota

Lewat SatuSehat, tersedia 8 aplikasi untuk seluruh layanan. Mulai dari tahapan surveillance seperti identifikasi number dan diagnosis

“Itu hanya ada di aplikasi SatuSehat. Dengan begitu, maka akan keluar data yang seragam," tutupnya singkat.

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya