STASIUN Tanggung di Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah diyakini sebagai stasiun kereta api tertua di Indonesia yang masih aktif melayani penumpang rute Semarang-Solo.
Stasiun Tanggung yang berstatus kelas III atau kecil masuk dalam Daerah Operasi IV Semarang. Stasiun bersejarah ini dilindungi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, dengan keaslian bangunannya masih 90 persen.
BACA JUGA:Sejarah Stasiun Indarung Padang, Tempat Bongkar Muat Semen
Mengutip dari laman heritage.kai.id, Stasiun Tanggung dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda pada 1864 dan diresmikan penggunaannya pada 10 Agustus 1987.
Jalur kereta api yang pertama dibuka adalah Tanggung-Kemanjen dengan jarak 25 kilometer oleh Ludolph Anne Jan Wilt Baron Sloet van de Beele selaku Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada waktu itu.
BACA JUGA:Sejarah Stasiun Bekasi, Jalur Ekonomi Pulau Jawa hingga Saksi Pembantaian Tentara Jepang
Gaya arsitektur Swiss Chalet asal Swiss menghiasi stasiun ini, seperti bagian atap pelana yang didekor serta ekspose tiang konstruksi. Tak hanya
itu saja, stasiun ini juga memiliki empat ruangan, yakni ruang kepala stasiun yang juga berguna untuk loket, gudang, ruang tunggu, dan ruang PPKA.
Uniknya, di Stasiun Tanggung terdapat sebuah tugu peringatan bertuliskan “Di Bumi Inilah Kita Bermula”. Tulisan tersebut seakan mengingatkan pada sejarah tentang asal mula kereta api yang ada di Indonesia.
Bukan hanya tugu itu saja yang membuat Stasiun Tanggung tampak unik. Di belakang stasiun ini juga terdapat sebuah rumah panggung yang bangunannya terbuat dari kayu.
Rumah panggung kayu tersebut diperkirakan adalah milik Kepala Stasiun Tanggung.
Itulah stasiun pertama di Indonesia yang masih aktif.
(Salman Mardira)