SEBAGIAN orang memiliki lesung pipi di wajahnya, yang dianggap sebagai salah satu ciri khas saat tersenyum atau tertawa dari yang bersangkutan.
Selain tanda kecantikan, bahkan ada pula yang menganggap lesung pipi ini sebagai tanda keberuntungan. Lesung pipi sendiri merupakan lekukan kecil alami pada kulit, yang memang tak semua orang memilikinya.
Menurut meta-analisis tahun 2019 di The Journal of Craniofacial Surgery, sekitar 1 dari 5 orang punya lesung pipi. Namun, bisa terbentuk bukan hanya di area pipi tepatnya di atas sisi kanan dan sisi kiri bibir, tapi juga bisa ada di bagian tubuh lain contohnya dagu dan punggung bawah.
Secara anatomi tubuh, lesung pipi dibentuk dari variasi anatomi otot wajah yakni dengan zygomaticus mayor (ZMj). ZMj inilah yang menarik mulut ke atas dan ke bawah, hingga menciptakan ekspresi wajah senang, sakit dan segala berbagai hal di antaranya.
Pada orang dengan lesung pipi, zygomaticus mayor tersebut dibagi dalam dua kelompok otot. Pertama ada di atas sudut mulut, dan yang kedua di bawah sudut mulut dan ini disebut sebagai ZMj ganda atau bifid yakni kondisi saat kulit bergerak di atas dua kelompok otot membentuk sebuah lekukan, alias lesung pipi.
Dikutip dari Live Science, Senin (20/2/2023) umumnya lesung pipi diwariskan secara genetik dari orang tua kepada anak, meski memang belum jelas seperti apa caranya. Disebutkan dalam tinjauan tahun 2015 yang dipublikasikan di Innovative Journal of Medical and Health Science, anak yang terlahir dengan satu orang tua berlesung pipi saja, punya kemungkinan 25 persen hingga 50 persen untuk juga mempunyai lesung pipi.
Sementara anak yang terlahir dari dua orang tua berlesung pipi, memiliki peluang mencapai 50 persen hingga 100 persen punya lesung pipi.
"Teori utamanya adalah bahwa pewarisan bersifat autosomal dominan, hanya satu dari sepasang gen yang diperlukan untuk mengkode penampilan lesung pipit,” ucap Ross Elledge, konsultan ahli bedah mulut dan maksilofasial.
(Foto: Mykidsite)
“Gen ini bisa diwariskan dari ibu atau ayah," tambah Ross.
Mengingat belum diketahui gen mana yang terlibat dalam pembentukan lesung pipi ini, memang masih dibutuhkan penelitian untuk mengeksplorasi genetika lesung pipi.
Menariknya, untuk ketahanan berapa lama, ternyata pada sebagian orang terlahir dengan lesung pipi bisa hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia.
Hal ini karena, kehilangan lemak di area tersebut seiring bertambahnya usia. Selain itu, bisa juga karena otot wajah meregang dan memanjang, hingga menyebabkan lesung pipi menghilang.
"Lemak di area pipi bisa berubah bentuk seiring waktu, bisa membuat lesung pipi tampak lebih, atau kurang terlihat seiring bertambahnya usia. Ditambah dengan perubahan bentuk wajah," pungkas Ross.
BACA JUGA:Apakah Penderita Osteoporosis Boleh Olahraga?
(Rizky Pradita Ananda)