DINAS Kesehatan menemukan 3 kasus SARs-COV-2 (Covid-19) varian Kraken yang masuk ke Jakarta. Setelah dilakukan tracing dari tiga kasus Kraken di Jakarta tersebut, ternyata ada 3 kontak erat (KE) lainnya.
Kepala Seksi Surveilans Epidemiolog dan Imunisasi Dinkes Provinsi DKI Jakarta, dr. Ngabila Salama, menjelaskan dari 3 kasus kontak erat tersebut, satu kasus berdomisili di luar Jakarta, alias Tanggerang Selatan dengan riwayat perjalanan luar negeri (PPLN) yaitu ibadah umroh.
Adapun 2 kasus kontak erat di Jakarta, tercatat tidak memiliki riwayat PPLN dengan usia 22 dan 46 tahun. Setelah dilakukan tracing, dari kasus Kraken usia 22 itu, ditemukan 3 kasus KE masih menunggu hasil genome sequencingnya untuk mengetahui terkena varian apa.
"Untuk wanita usia 22 tahun yang positif kraken ada 3 kontak erat di rumah, dan ketiganya positif Covid-19. Saat ini sedang proses diperiksakan genome sequencingnya," kata dr Ngabila kepada MNC Portal, Sabtu (18/2/2023).
Kabar baiknya, ketiga kasus Kraken tersebut sudah dinyatakan sembuh. Sebab hanya mengalami gejala ringan, dan sudah divaksin booster pertama.
"Ketiga kasus bergejala ringan dan sudah sembuh, setelah isolasi mandiri selama 10 hari. Puskesmas juga sudah melakukan investigasi kontak erat. Ketiganya sudah vaskinasi 3 kali tetapi belum booster dosis ke-4," jelas dia.
Ngabila dari tiga kasus tersebut, ketiganya memang sudah melakukan isolasi mandiri setelah dinyatakan positif Kraken. Sejauh ini, pihaknya juga melakukan tracing terhadap ketiga kasus. Untuk mengetahui apakah ada kontak erat atau tidak.
Pemeriksaan PCR dilakukan pada 23 Desember lalu, hasilnya pada 3 Febuari positif Kraken. Sementara yang lain, dilakukan pemeriksaan pada 20 Januari, dan pada 6 Febuari dinyatakan juga positif varian Kraken.
"Yang 1 di luar dki ppln yang riwayat umroh. Kalau 2 lainnya bukan ppln dan tidak ada riwayat perjalanan. Pemeriksaan PCR positif tanggal 23 Desember dan wgs positif kraken 3 feb dan 20 januari PCR positif lalu keluar wgs 6 feb," jelas dr Ngabila.
(Martin Bagya Kertiyasa)