SETIDAKNYA sudah 40 orang anak di Inggris dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi bakteri Strep A.
Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) melaporkan di Inggris ada 32 anak berusia di bawah 18 tahun yang meninggal dunia. Sementara di Skotlandia, ada 3 kematian pada anak di bawah usia 10 tahun, dan di Wales ada 5 kematian anak berusia di bawah 15 tahun.
Bakteri yang disebut Streptococcus grup A (strep grup A) yang tengah merebak tersebut, merupakan bakteri yang menyebabkan demam Scarlet. Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, demam Scarlet ini adalah merupakan penyakit bakteri yang berkembang pada beberapa orang yang sakit radang tenggorokan.
Kondisi yang bisa menyerang siapa saja, tapi infeksi bakteri ini cenderung memang lebih sering menyerang anak-anak berusia 5-15 tahun. Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) bakteri Streptococcus grup A ini juga terkadang membuat toksin alias racun di tubuh, inilah yang menyebabkan ruam berwarna merah tua muncul di hampir sekujur tubuh.
Dalam banyak kasus bakteri Strep A yang biasanya ditemukan di tenggorokan dan kulit ini hanya menyebabkan sakit ringan, tapi bukan berarti tidak bisa parah karena bakteri Strep A ini bisa memicu penyakit Strep A yang invasif. Versi invasif dari penyakit ini terjadi ketika bakteri menerobos pertahanan kekebalan tubuh.
Strep A berubah menjadi invasif, saat bakteri ini masuk ke aliran darah atau area lain yang tidak seharusnya dimasuki. Dari sinilah, bisa berkembang dapat menyebabkan penyakit serius seperti pneumonia, meningitis, dan sepsis. Termasuk yang disebutkan sebagai dua yang terparah, necrotising fasciitis (infeksi yang terkenal disebut penyakit pemakan daging) dan sindrom syok toksik.
Lantas apa gejalanya? Menurut National Health Service UK, dilansir dari The Sun, Jumat (17/2/2023) ada empat tanda utama Strep A invasif yang harus diwaspadai yakni berawal dari demam (di atas 38 derajat Celcius), nyeri otot yang parah, melemahnya otot, dan kemerahan di lokasi luka.
Gejala ini bisa timbul dan dirasakan saat orang yang terinfeksi sudah merasa tidak enak badan atau punya sistem kekebalan yang melemah.
Meski cenderung banyak terjadi pada anak, sebetulnya bakteri Strep ini bisa menginfeksi siapa saja. Sebagian orang berisiko lebih tinggi tertular bentuk infeksi bakteri Strep A yang invasif, yakni;
1. Melakukan kontak erat dengan pasien infeksi bakteri Strep A
2. Berusia di atas 65 tahun alias lansia.
3. Pengidap diabetes.
4. Punya penyakit jantung atau kanker
5. Baru saja sakit cacar air.
6. Pengidap HIV
7. Pengguna steroid atau obat intravena
(Rizky Pradita Ananda)