PENYAKIT kanker jadi salah satu momok paling menakutkan yang mengintai kesehatan anak-anak.
Mirisnya, dari catatan data Badan Kesehatan Dunia (WHO) Indonesia memegang peringkat tertinggi kasus kanker anak di kawasan Asia Tenggara. Pada 2020 tercatat sudah sebanyak 8.677 anak Indonesia berusia 0 sampai 14 tahun yang mengidap kanker.
Tingginya kasus kanker anak ini harus jadi perhatian, maka dari itu cara mencegah kanker anak harus dipahami oleh orangtua. Kementerian Kesehatan menyebutkan, memang secara umum faktor risiko peluang anak kena kanker tida bisa dikurangi dengan mengubah perilaku. Tapi, menghindari faktor risiko tentu akan berdampak baik pada kesehatan anak secara keseluruhan.
Sederet langkah direkomendasikan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) sebagai upaya untuk mencegah kanker pada anak direkomendasikan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) sebagai berikut:
1. Sejak masa kehamilan, pastikan sang ibu mendapatkan cukup asupan asam folat
2. Menyusui
3. Buat anak aktif cukup beraktivitas
4. Memastikan lingkungan anak seharih-hari itu aman dari faktor risiko kanker. Contoh paling sederhana, jauhkan anak dari asap rokok dan polusi.
5. Usahakan anak jangan sampai terpapar bahan kimia yang bisa memicu kanker, bisa ditemukan di makanan, minuman, pakaian, alat makan, atau mainan si kecil.
6. Saat hamil, jangan mengonsumsi alkohol dan merokok
(Rizky Pradita Ananda)