YOGYAKARTA salah satu daerah tujuan wisata terpopuler di Indonesia. Yogya punya beragam tempat wisata dan aneka kuliner lezat dengan harga murah. Beberapa di antara makanan khas daerah ini memiliki nama unik.
Nah, jika Anda bertandang ke Jogja, pastikan untuk mencoba makanan khas dengan nama-nama unik berikut ini.
1. Tengkleng Gajah
Meski namanya tengkleng gajah, tapi sup ini sama sekali tak menggunakan daging gajah lho. Bahan utamanya adalah daging dan tulang kambing yang dimasak dengan bumbu rempah-rempah.
BACA JUGA:10 Makanan Khas Brebes yang Lezat dan Populer, Silakan Dicoba Guys!
Jadi gajah yang disematkan di depan nama tengkleng ini untuk menggambarkan porsi penyajiannya yang besar atau ukuran jumbo seperti gajah.
2. Belalang Goreng
Mau makan belalang goreng, silakan ke Yogya. Ya, belalang baik untuk kesehatan karena punya tinggi protein dan rendah lemak. Dalam ukuran sebesar 100 gram belalang goreng, terdapat 14 gram protein hampir sama dengan kandungan protein pada ikan salmon.
BACA JUGA:15 Makanan Khas Kebumen yang Populer, Bisa Buat Oleh-Oleh Juga
3. Sate Kere
Dalam bahasa Jawa, kere artinya tak punya uang atau miskin. Tapi makan sate kere tak akan bikin Anda miskin lho. Sate Kere terbuat dari Kopyor sapi atau Lek sapi, yang kemudian diolah dengan bumbu tertentu yang ketika dibakar menimbulkan aroma khas yang menggugah selera makan.
4. Nasi Kucing
Nasi kucing sangat populer dan banyak dijumpai di angkringan-angkringan pinggir jalan di Yogyakarta. Nasi kucing atau sego kucing ini porsinya memang tidak terlalu besar, namun cukup mengenyangkan dengan pilihan lauk yang beragam. Beberapa lauk tersebut antara lain seperti tahu, tempe bacem, sate hati dan ampela ayam, sate usus, dan masih banyak lagi.
Untuk satu porsi sego kucing ini biasanya dikenakan harga Rp3.000 saja. Jadi biasanya untuk yang tengah lapar berat, bisa membeli lebih dari 2 atau 3 bungkus sekali makan.
5. Gatot
Gatot adalah makanan yang terbuat dari singkong, yang dokupas kemudian di jemur di udara terbuka hingga kering. Gatot ini terbuat dari sisa bahan tiwul yang tidak terproses.
Makanan dari Gunung Kidul ini selalu disantap dengan parutan kelapa yang punya cita rasa gurih dan manis. Gatot sendiri biasa dikonsumsi masyarakat Jawa di saat pagi hari, untuk sarapan.
(Salman Mardira)