India Punya Penduduk Terbanyak di Dunia, Apa Dampaknya ke Kesehatan Masyarakat?

Pradita Ananda, Jurnalis
Rabu 01 Februari 2023 08:00 WIB
Populasi India, (Foto: PTI Photo-DeccanHerald)
Share :

TITEL negara dengan jumlah penduduk terbanyak tak lagi disandang China, karena jumlah penduduk India diketahui sudah menyalip China. Ini artinya, India telah melampaui China untuk menjadi negara terpadat di dunia.

Mengutip Livemint, menurut proyeksi dari World Population Review (WPR), populasi penduduk India sudah mencapai 1,417 miliar pada akhir tahun 2022. WPR mengestimasi, jumlah populasi India meningkat menjadi 1,42 miliar orang pada 18 Januari 2023.

Menjadi negara terpadat di dunia dengan populasi penduduk yang sangat banyak, ini artinya ada dampak yang akan timbul, termasuk efeknya ke sektor kesehatan masyarakat di negara itu sendiri.

 

Overpopulation atau populasi penduduk yang terlalu banyak memang bisa berpengaruh vital pada sistem kesehatan masyarakat suatu negara. Masalah pertama yang dihadapi adalah malnutrisi alias kekurangan gizi. Pertumbuhan populasi orang ini, bisa menambah tekanan pada lingkungan untuk memberi makan orang, melansir laman resmi University of The Witwatersrand Johannesburg, Rabu (1/2/2023).

Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang diterbitkan pada tahun 2005, menyebutkan kelebihan populasi adalah wujud dari kerusakan keseimbangan ekologis. Artinya populasi orang ini bisa melebihi daya tampung dari lingkungan, alhasil produksi pangan melemah dan akhirnya membuat konsumsi pangan tidak memadai dan malnutrisi.

Pada tahun 2011 WHO bahkan sudah memperingatkan, ada peningkatan perjalanan dan jenis virus berbahaya dari manusia ke manusia bisa menyebabkan lebih dari 100 juta kematian di masa depan karena masyarakat akan jadi lebih lemah karena malnutrisi.

Senada dengan laporan WHO, laporan lainnyaa dari Universitas Cornell menunjukkan bahwa malnutrisi membuat manusia jadi lebih rentan terhadap penyakit yang mengancam jiwa seperti malaria dan infeksi pernapasan.

Dari tahun 1950 hingga 2007 saja, angka prevalensi malnutrisi meningkat sebesar 37 persen dan malnutrisi ini terkait dengan kasus sebanyak 6 juta kematian anak per tahun.

Dampak selanjutnya adalah populasi masyarakat yang menua (ageing population). Makin menuanya suatu populasi berbanding lurus dengan penurunan tingkat fertilitas dari populasi penduduk, akhirnya terjadi perlambatan pertumbuhan populasi.

Laporan PBB memperkirakan jumlah orang berusia 60 tahun ke atas akan meningkat lebih dari tiga kali lipat pada tahun 2100, atau sekira 3,1 miliar orang. Laporan Kesehatan dan Penuaan Global WHO menghubungkan peningkatan populasi orang lanjut usia ini dengan perubahan penyebab kematian.

Contohnya dari penyakit menular ke penyakit tidak menular, seperti hipertensi, kolesterol tinggi, radang sendi, diabetes, penyakit jantung, kanker, demensia, dan gagal jantung kongestif, yang pengobatannya tentu saja menambah tekanan pada sistem kesehatan masyarakat negara.

 BACA JUGA:Fakta-fakta Ini Memperlihatkan Populasi India Lebih Banyak dari China

BACA JUGA:Lampaui Populasi Penduduk China, India Jadi Negara Terpadat di Dunia

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita Women lainnya