PENYAKIT klamidia terjadi akibat infeksi bakteri menular seksual. Penyakit ini mempengaruhi baik pria dan wanita yang melakukan kontak seksual tak aman, seperti seks bebas dengan berganti-ganti pasangan.
Jika tidak segera diobati, klamidia dapat meningkatkan risiko kemandulan, terutama bagi wanita.
Pada pria penyakit ini menyerang saluran kencing, sedangkan pada wanita bisa terjadi di organ panggul.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), ada sekitar 1,8 juta kasus klamidia di Amerika Serikat pada tahun 2018. Ini adalah infeksi menular seksual (IMS) yang paling umum di AS.
Klamidia sering tidak menunjukkan gejala, tetapi dapat menyebabkan masalah kesuburan. Namun, pengobatan yang efektif tersedia untuk penyakit ini.
Jika chlamydia menyebar ke rahim dan saluran tuba, dapat menyebabkan penyakit radang panggul (PID). Ini juga mungkin tidak menimbulkan gejala. Namun, hal itu dapat mempengaruhi kesuburan.
Lalu apa saja gejala klamidia?
Pada wanita
-Keputihan yang sangat berbau
-Rasa terbakar ketika kencing
-Keluarnya cairan dari serviks
-Buang air kecil yang sering atau terasa menyakitkan
BACA JUGA:Apa Dampak Sering Ditolak Hubungan Seks Bagi Pria?
Jika chlamydia menyebar ke rahim dan saluran tuba, dapat menyebabkan penyakit radang panggul (PID). Ini juga mungkin tidak menimbulkan gejala. Namun, hal itu dapat mempengaruhi kesuburan.
Pada laki-laki
-Muncul luka di penis
-Penis terasa gatal dan terbakar
-Rasa terbakar saat buang air kecil
-Salah satu atau kedua buah zakar terasa bengkak atau sakit
-Kontak dengan sekresi yang terinfeksi juga dapat menyebabkan konjungtivitis klamidia (mata merah)
Jika Anda mengalami berbagai gejala ini hentikan seks bebas berganti pasangan. Selain itu juga segera pergi ke dokter.
(Dyah Ratna Meta Novia)