KIM Tek Le (De Yuan) atau disebut juga Vihara Dharma Bhakti merupakan klenteng tertua di Jakarta yang punya daya tarik wisata. Tempat ibadah di Petak Sembilan, Jalan Kemenangan III, Glodok, Jakarta Barat ini sudah berdiri sejak 1650 Masehi, jauh sebelum Indonesia merdeka.
Klenteng Kim Tek Le dibangun oleh Kwee Hoen, seorang letnan berkebangsaan China, untuk menghormati Dewi Kwan In.
BACA JUGA:Klenteng Sam Poo Kong: Lokasi dan Harga Tiket Masuk
Sebelum Perang Dunia II, kelenteng ini merupakan salah satu dari empat kelenteng besar yang berada di bawah pengelolaan Kong Koan, selain Kelenteng Kwan Im Tong, Kelenteng Ancol, dan Kelenteng Hian Thian Shang Te.
Di dalam klenteng ini terdapat berbagai macam patung-patung Buddha dengan berbagai ukuran.
Klenteng Kim Tek Le sudah dijadikan sebagai situs cagar budaya oleh Pemerintah DKI Jakarta karena memiliki nilai sejarah yang tinggi.
Sampai sekarang Klenteng Kim Tek Le masih digunakan untuk beribadah, dan menjadi tempat diselenggarakan berbagai acara keagamaan masyarakat Tionghoa seperti Tahun Baru Imlek.
Terkadang warga Tionghoa juga menggunakan halaman klenteng ini untuk menggelar buka puasa bersama saat Ramadhan sebagai bentuk solidaritas kepada warga Muslim.
BACA JUGA:Pesona Klenteng Gondomanan Yogyakarta, Dibangun Tahun 1846 Loh!
Klenteng Kim Tek Le sempat terbakar pada 2015 sehingga beberapa area bangunannya tidak utuh seperti sebelumnya. Pasca-kebakaran, langsung direnovasi dan dipugar.
Selain tempat ibadah, Klenteng Kim Tek Le juga cocok buat wisata religi.
(Salman Mardira)