LAMA tak terdengar kabarnya, pesinetron Aji Yusman datang dengan kabar kurang menyenangkan. Pesinetron yang dikenal lewat sinetron Inikah Rasanya itu muncul dengan kabar yang begitu memilukan.
Beberapa waktu lalu, melalui unggahan instagram pribadinya, pria 34 tahun itu mengisahkan cobaan hidup yang sedang dialaminya bersama keluarganya.
Sang istri yang sedang mengandung anak keempat mereka, harus kehilangan sang janinnya. Janin yang masih berusia 6 bulan itu dinyatakan meninggal dalam kandungan.
Kondisi finansial yang sedang memburuk semakin membuat keluarga Aji Yusman terpuruk. Pasalnya, jasad anak keempatnya itu masih berada di dalam kandungan sang istri karena dirinya tak mampu membayar biaya operasi.
"Terhitung hari ini jenazah anak kami sudah 6 hari masih berada di dalam kandungan istri saya, dikarenakan kami belum mempunyai kemampuan untuk melakukan tindakan operasi caesar untuk mengangkat jenazah anak kami," jelasnya di Instagram, Minggu (8/1/2023), dua pekan lalu.
Aji juga mengungkap jika operasi tersebut tidak segera dilakukan maka nyawa sang istri yang menjadi taruhannya.
Lewat donasi yang ia buka, Aji mampu menyelamatkan sang istri dari bahaya, meski harus kehilangan buah hati. Saat ini, sang istri masih dalam pemulihan pasca operasi caesar.
Berbicara tentang kematian janin dalam kandungan, dapat terjadi pada usia janin berapapun. Untuk kasus kematian janin di usia 6 bulan seperti yang dialami istr Aji Yusman disebut juga sebagai Late Stillbirth atau lahir mati terlambat.
Meski ada banyak faktor kemungkinan penyebab terjadinya kematian janin, namun kasus tersebut pada dasarnya tak dapat diprediksi penyebabnya. Bahkan dikutip dari Clevel and Clinic, 1 dari 3 kasus kematian janin dalam kandungan tidak dapat dijelaskan akar masalahnya.
Walaupun demikian, ada beberapa penyebab kematian janin dalam kandungan dikutip dari Clevel and Clinic. Berikut ulasannya untuk Anda.
1. Masalah dengan plasenta atau tali pusat
2. Preeklampsia
3. Lupus
4. Gangguan pembekuan
5. Gaya hidup
6. Cacat lahir
7. Infeksi
8. Trauma
9. Kolestasis kehamilan intrahepatik (ICP). Dikenal sebagai kolestasis kebidanan, yaitu kelainan hati yang meliputi rasa gatal yang parah.
Jika ibu hamil mengalami kematian janin, harus mendapatkan penanganan medis dengan sesegera mungkin mengeluarkan janinnya. Karena jika tidak, akan menyebabkan infeksi.
Jika mengalami demam, pendarahan, menggigil, atau nyeri, pastikan untuk segera menghubungi penyedia layanan kesehatan. Karena ini mungkin merupakan tanda infeksi.
(Vivin Lizetha)