SEBANYAK 8 kelurahan di Jakarta Pusat tercatat warganya masih ada yang belum memiliki tempat penampungan pembuangan air atau septic tank. Bahkan sebagian warga di kelurahan tersebut masih membuang air besar langsung ke saluran pembuangan air atau selokan.
Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat (Asminkesra) Jakarta Pusat M Fahmi mengatakan, delapan kelurahan tersebut yakni Gambir, Kebon Kelapa, Harapan Mulya, Sumur Batu, Kampung Bali, Gelora, Kemayoran dan Bungur. Rencananya, Pemerintah Kota Jakarta Pusat bakal membangun Open Defecation Free (ODF) sebagai bentuk kota sehat.
"Pembangunan ODF itu akan berbasis pembuatan IPAL Komunal agar warga stop buang air besar sembarangan," ucapnya, Rabu, (11/1/2023).
Kata Fahmi, pada 2023 ini kelurahan tersebut akan dibangun ODF berbasis IPAL Komunal oleh Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Pusat ataupun Baznas Bazis.
"Nantinya di tahun 2024 diharapkan bisa mendapatkan peringkat Kota Sehat Swasti Saba Padahal," ungkapnya.
Sementara itu, Lurah Kebon Kelapa, Nurbin Tumbur Togar mengatakan di wilayahnya ada 100 rumah warga yang tak memiliki septic tank. Nantinya rumah tersebut direncakan akan dibangun IPAL Komunal.
"Catatan kami ada 100 rumah warga yang tidak punya spiteng atau saluran MCK-nya ramai-ramai," pungkasnya.
Nah, BAB sembarangan ini bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan dan risiko penyakit. Lantas apa saja itu?
BACA JUGA:Terungkap, Penyebab Wendy Walters Sempat Konsultasi ke Psikolog
Perilaku buang air besar (BAB) sembarangan masih terjadi di Indonesia. Di sejumlah daerah, masyarakat masih BAB sembarangan di kali atau sungai. Data Joint Monitoring Program WHO/UNICEF 2014, sebanyak 55 juta penduduk di Indonesia masih berperilaku BAB sembarangan.
Mereka pun bisa mandi dan mencuci pakaian di sungai yang sama di mana mereka juga BAB. Akibatnya, mereka rentan terkena penyakit diare. Selain diare, balita mudah terserang pneumonia dari pencemaran tinja melalui udara.
Dampak penyakit yang paling sering terjadi akibat buang air besar sembarangan ke sungai adalah Escherichia coli. Itu merupakan penyakit yang membuat orang terkena diare. Setelah itu bisa menjadi dehidrasi, lalu karena kondisi tubuh turun maka masuklah penyakit-penyakit lain
(Dyah Ratna Meta Novia)