Istri Justin Bieber Sempat Kena Stroke Ringan, Siapa Saja yang Berisiko Mengalaminya?

Pradita Ananda, Jurnalis
Senin 09 Januari 2023 08:00 WIB
Hailey Bieber, (Foto: Instagram @haileybieberbrs)
Share :

MODEL Hailey Baldwin belum lama ini blak-blakan perihal kondisi kesehatannya, baik itu kesehatan fisik dan juga kesehatan mentalnya.

Pasca mengelamai stroke ringan pada 2022 lalu, istri Justin Bieber itu mengaku mengalami trauma dan ketakutan. Dikutip dari Aceshowbiz, wanita 26 tahun itu mengakui dirinya mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) atau gangguan stres pasca trauma, yang ia sebut alami setelah sempat mengalami stroke ringan.

“Mengalami sesuatu yang tidak bisa aku kendalikan terjadi di tubuh saya sangat menakutkan. Saya bergumul dengan sedikit PTSD [G

Imbas karena mengalami stroke ringan sekitar Maret 2022, istri Justin Bieber tersebut memang sampai harus dirawat di rumah sakit karena ada penggumpalan di otaknya.

Stroke sendiri memang bisa terjadi pada siapa saja dan kini bukan lagi kondisi kesehatan yang identik dengan orang lanjut usia, karena yang berusia muda seperti Hailey pun nyatanya bisa mengalaminya.

Dari segi faktor risiko, ada beberapa tipe kelompok orang yang rentan mengalami stroke. Siapa pun bisa mengalami stroke pada usia berapa pun. Tetapi peluang seseorang terkena stroke meningkat jika punya faktor risiko tertentu. Melansir laman resmi John Hopkins Medicine, Senin (9/1/2023) berikut di bawah ini paparan singkat kelompok orang yang berisiko rentan mengalami stroke.

• Orang hipertensi: Ya, orang yang memiliki tekanan darah tinggi yakni tekanan darah 140/90 atau lebih tinggi lagi bisa mengalami rusaknya pembuluh darah (arteri) yang menyuplai darah ke otak.

• Pengidap penyakit jantung: Penyakit jantung disebut jadi faktor risiko terpenting kedua untuk stroke, dan penyebab utama kematian di antara penderita stroke yang selamat. Penyakit jantung dan stroke sendiri diketahui punya banyak faktor risiko yang sama.

• Penderita diabetes: Orang dengan diabetes berisiko lebih besar terkena stroke daripada seseorang yang tak memiliki diabetes.

• Perokok: Kenapa? Karena kebiasaan buruk merokok hampir meningkatkan dua kali lipat risiko stroke iskemik pada seseorang.

• Punya riwayat TIA (transient ischemic attack): Biasa juga disebut mini-stroke , orang-orang dengan gejala yang sama dengan stroke, tetapi gejalanya tidak bertahan lama. Jika orang ini punya satu atau lebih TIA, maka ia hampir 10 kali lebih mungkin mengalami stroke daripada seseorang dengan usia dan jenis kelamin yang sama tanpa TIA.

• Jumlah sel darah merah yang tinggi: Peningkatan yang signifikan dalam jumlah sel darah merah bisa mengentalkan darah, imbasnya bisa mmembuat penggumpalan lebih mungkin terjadi dan inilah yang meningkatkan risiko stroke.

• Penderita diabetes: Orang dengan diabetes berisiko lebih besar terkena stroke daripada seseorang yang tak memiliki diabetes.

• Perokok: Kenapa? Karena kebiasaan buruk merokok hampir meningkatkan dua kali lipat risiko stroke iskemik pada seseorang.

• Punya riwayat TIA (transient ischemic attack): Biasa juga disebut mini-stroke , orang-orang dengan gejala yang sama dengan stroke, tetapi gejalanya tidak bertahan lama. Jika orang ini punya satu atau lebih TIA, maka ia hampir 10 kali lebih mungkin mengalami stroke daripada seseorang dengan usia dan jenis kelamin yang sama tanpa TIA.

• Jumlah sel darah merah yang tinggi: Peningkatan yang signifikan dalam jumlah sel darah merah bisa mengentalkan darah, imbasnya bisa mmembuat penggumpalan lebih mungkin terjadi dan inilah yang meningkatkan risiko stroke.

 BACA JUGA:Cek Faktor Risiko hingga Komplikasi Palpitasi Jantung, Kondisi yang Dialami Haechan NCT

BACA JUGA:Kenali Bahaya Hamil di Usia Remaja, Si Anak Kelak Berisiko Masuk Penjara?

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya