BAYANGKAN tiba-tiba membuka kotak masuk pesan di ponsel, beberapa hari sebelum Natal dan libur Tahun Baru lalu membaca pengumuman penyakit kanker agresif. Pasti membuat sangat syok, panik dan takut setengah mati bukan?
Inilah yang baru saja dialami oleh ribuan pasien di Pusat Kesehatan Askern di Doncaster. Menukil laporan Oddity Central, Minggu (1/1/2023), pusat kesehatan dengan sekitar 8.000 pasien tersebut secara tidak sengaja mengirimkan pesan pemberitahuan pada 23 Desember lalu ke sebagian besar pasien terkait pemberitahuan bahwa penerima SMS tersebut menderita kanker agresif.
Teks tersebut memberi tahu penerimanya adalah pengidap kanker paru-paru agresif dengan metastasis, dan menyarankan mereka untuk mengisi formulir khusus untuk orang dengan penyakit mematikan tersebut.
Seperti yang dapat dibayangkan, bagi banyak penerima, teks SMS nyasar tersebut adalah hal yang mengerikan. Apalagi, sebagian pasien memang nyatanya benar-benar baru melakukan berbagai tes pemeriksaan baru-baru ini dan tengah menunggu hasilnya keluar.
“Tahi lalat saya baru saja diangkat dan sedang menunggu hasil dari biopsy, dan akhirnya saya pergi ke rumah sakit karena hasil tes smear saya tidak normal. Jadi ya, saya sangat khawatir,” kata seorang wanita saat diwawancara BBC.
(Foto: Oddity Central)
“Mendapat SMS ini benar-benar bikin syok, saya tak sering periksa ke dokter lalu tiba-tiba dapat pesan kalau mengidap kanker. Saya sampai terduduk dan bingung, saya memang perokok tapi apakah mereka bisa tahu hal yang saya sendiri tak mengetahuinya,” protes klien Askern yang lain.
“Mereka mengirimkan pesan ini ke orang-orang hanya beberapa hari sebelum Natal, memberi tahu kalau pasien tersebut mengidap kanker paru. Mereka tak bisa berbuat seperti itu harusnya,” imbuh yang lainnya.
Tak lama setelah mendapatkan SMS tersebut, langsung banyak pasien yang panik mulai menghubungi Askern Medical Practice. Untungnya hanya sekitar satu jam setelah teks pertama, para pasien menerima pesan kedua yang memberi tahu bahwa pesan masuk yang pertama adalah kesalahan.
Sebab, sebetulnya pihak pusat kesehatan tersebut bermaksud mengirim broadcast pesan "Selamat Natal" secara otomatis kepada para kliennya, tetapi entah bagaimana akhirnya pesan yang terkirim adalah SMS notifikasi penyakit kanker paru-paru ganas.
BACA JUGA:Anak dengan Autisme Kurang Terstimulasi saat Pandemi Covid-19, Ini Saran dari Terapis Wicara
BACA JUGA:Usai Terapi Stem Cell, Anak Oki Setiana Dewi Bakal Jadi Objek Penelitian
(Rizky Pradita Ananda)