Obat ARV Ampuh Kontrol Virus HIV, Tapi Ini Efek Sampingnya!

Kevi Laras, Jurnalis
Senin 19 Desember 2022 06:00 WIB
Ilustrasi obat ARV. (Foto: Unsplash)
Share :

SESEORANG yang mengidap HIV karena terinfeksi virus human immunodeficiency (HIV). Virus yang bisa melemahkan karena bisa merusak sistem kekebalan tubuh, dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4.

Penderita HIV harus mengonsumsi obat trapi Anti Retroviral (ARV) tanpa putus. Alias diminum untuk seumur hidup agar virus HIV bisa ditekan dan juga meminimalisir penularan ke keturunan atau anak.

 

Meski begitu ada beberapa efek samping yang ditimbulkan dari obat ARV. Menurut dokter spesialis anak, dr. Debbie Latupeirissa, Sp.A (K) obat ini memiliki efek samping, mungkin jarang dipahami masyarakat awam.

Efek samping itu berupa reaksi tubuh seperti alergi hingga anemia. "Misalnya ada yang menyebabkan jadi anemia, ada juga yang menyebabkan dia jadi alergi gitu ya. Jadi itu memang akan kita pantau di dalam pemberian obat-obatan," kata dr Debbie dalam Talkshow Pencegahan dan Penularan HIV dari Ibu ke Anak di YouTube IDAI.

Kendatinya, ia menyarankan agar penderita HIV selalu melakukan pengecekan kesehatan ke dokter. Seperti berkonsultasi rutin untuk memantau, apakah ada efek samping yang dirasakan selama konsumsi obat ARV.

"Itu memang selain dia kita lihat respon terhadap obat. Bu lihat pemberian akibat pemberian obat tersebut, memang ada memang ada efek samping yang terpenting rutin untuk tetap kontrol," imbuhnya.

Perlu diketahui, obat ARV telah hadir sejak tahun 2004, mereka pun bisa mendapatkannya. Jadi minum ARV secara teratur sangat penting, bagi orang dengan HIV positif, karena bisa menekan jumlah virus HIV di tubuh dan sekaligus menjaga kekebalan tubuh (CD4 > 350).

Obat ini sudah menjadi program pemerintah dalam mengobati mereka yang mengidap HIV. Namun, mereka yang mengidap HIV, dikatakan tidak bisa sembuh secara total.

(Vivin Lizetha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya