Thalasemia lebih familiar dianggap masyarakat awam sebagai penyakit. Namun tahukah Anda, jika secara medis, Thalasemia bukanlah satu penyakit melainkan kelainan genetik, yang bisa diturunkan ke keturunan langsung selanjutnya alias anak.
Pengidap Thalasemia, artinya orang yang mengalami kelainan sel darah merah di tubuhnya. Kelainan pada sel darah merah ini bisa mengakibatkan pengidapnya wajib menjalani transfusi darah di sepanjang hidupnya.
Inilah kenapa, disebutkan Peneliti dan Ahli Genomik Molekuler, Drh. Safarina G. Malik sebaiknya pasangan calon suami-istri melakukan pengecekan pre-marital check up sebelum menikah, karena dengan tes genetik ini, bisa melihat ada atau tidaknya kelainan untuk sel darah merah (thalasemia) pada calon pasangan dan penyakit menular lainnya yang bisa diturunkan kepada anak.
"Memang kalau untuk khusus thalasemia disarankan supaya pre-marital screening, supaya nanti bisa ketahuan apakah bisa menyebabkan (thalasemia),” tutur Drg. Safarina, kala ditemui di acara edukasi kesehatan belum lama ini di Jakarta.
Dengan mengetahui hasil pemeriksaan, masing-masing pihak bisa dilihat statusnya. Sebab, jika pembawa faktor (carrier) bertemu dengan orang yang sama bisa menyebabkan thalesemia mayor.
“Kalau carrier ketemu dengan carrier karir, nanti bisa thalesemia mayor, walaupun statusnya berbeda bisa jadi muncul (menurunkan), “ imbuh Drg. Safarina.
Mengutip siaran media resmi Kemenkes, jika seseorang mengidap thalasemia mayor, maka ia akan membutuhkan transfusi darah secara rutin seumur hidup dengan frekuensi 2 sampai 4 minggu sekali.
Lantas apakah Thalasemia ini bisa dicegah? Dikutip dari Healthline, Senin (19/12/2022) thalasemia yang merupakan kelainan genetik, tidak ada cara untuk mencegahnya. Namun, tetap ada cara kita bisa mengelola penyakit ini untuk membantu mencegah terjadinya komplikasi contohnya anemia, yakni dengan konsultasi bersama dokter dan melakukan pemeriksaan kesehatan pra nikah.
Komplikasi dari thalasemia, contohnya anemia sendiri dilansir dari laman resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) bisa berkembang jadi anemia berat yang bisa merusak organ dan menyebabkan kematian.
(Rizky Pradita Ananda)