SEMUA orang bahagia saat mengetahui ada sanak keluarga atau sahabat terdekat kita yang baru saja melahirkan. Biasanya, kita sebagai orang terdekat juga menjadi tidak sabar untuk segera mengunjungi sang ibu dan melihat sang bayi yang baru lahir tersebut.
Namun, terlepas dari rasa bahagia yang kita rasakan, kita perlu memperhatikan beberapa etika sebelum mengunjungi ibu yang baru melahirkan loh! Tujuannya agar tidak mengganggu waktu pemulihan dan jam istirahat ibu dan sang bayi.
Apa saja etika yang harus diperhatikan sebelum berkunjung mengunjungi ibu baru melahirkan? Menyadur News 18 berikut di bawah ini enam ulasan singkatnya.
1. Cari waktu tepat
Setiap ibu yang baru saja melahirkan punya timeline waktu kapan dirinya siap, dan akan bersedia untuk menyambut tamu. Bisa saja siap untuk dikunjungi segera setelah keluar dari rumah sakit, seminggu kemudian atau beberapa bulan kemudian setelah dia lebih nyaman. Jika dia belum siap menerima tamu, jangan marah atau tersinggung ya!
2. Dilarang datang tiba-tiba
Tetapkan waktu sebelumnya dengan salah satu orang tua sang bayi, dan datanglah pada waktu itu. Jangan pernah berpikir untuk membuat surprise, dengan mengunjungi tanpa terlebih dahulu berbicara atau memberitahu orang yang bersangkutan.
BACA JUGA: Herpes Bisa Terjadi pada Bayi Baru Lahir, Kenali Penyebabnya Bun!
3. Tanya kebutuhan
Ibu yang baru saja melahirkan kemungkinan besar akan hanya berada di rumahnya selama beberapa waktu. Jadi, sebelum pergi menemui ibu yang baru melahirkan, teleponlah dia dan tanyakan apakah dia membutuhkan sesuatu dari toko tertentu, ingin makan makanan tertentu, atau obat tertentu dari apotek atau hal lainnya.
4. Jangan datang kalau sedang sakit
Sebelum mengunjungi ibu yang baru melahirkan, pastikan kondisi tubuh sehat dan fit. Hal ini untuk mencegah sang ibu dan bayi tertular penyakit yang dibawa dari luar rumah.
5. Cuci tangan sebelum menggendong bayi
Selalu cuci tangan sebelum menggendong bayi, apalagi ketika baru selesai memegang benda - benda yang kotor. Tangan kotor merupakan media tepat untuk perpindahan kuman, virus, dan bakteri penyebab aneka penyakit.
(Dyah Ratna Meta Novia)