Ini Alasan Selandia Baru Bikin Aturan Tegas Larang Anak Muda Beli Rokok

Vivin Lizetha, Jurnalis
Rabu 14 Desember 2022 12:51 WIB
Ilustrasi larangan beli rokok. (foto: Istimewa)
Share :

SELANDIA Baru baru saja mengesah undang-undang yang dapat menjadikan anak muda di sana anti rokok. Hal ini karena isi peraturan itu melarang anak yang lahir setelah 2008 untuk membeli rokok.

"Tembakau tidak boleh dijual kepada siapa pun yang lahir pada atau setelah 1 Januari 2009," tulis aturan tersebut yang dikutip dari Time.


Undang-undang ini akan diberlakukan secara bertahap di tahun 2023 mendatang. Diharapkan dapat mengurangi jumlah perokok setiap tahunnnya.

Tujuan akhir adalah membuat Selandia Baru bebas rokok pada tahun 2025. Dikutip dari Smokefree, ada beberapa alasan Selandia Baru sangat tegas melarang rokok di negaranya.

Penggunaan tembakau dan menghirup asap orang lain (perokok pasif) menyebabkan sekitar 5.000 kematian setiap tahun akibat kanker, stroke, dan penyakit jantung. Ini adalah penyebab utama kematian dan penyakit yang dapat dicegah di Selandia Baru.

Selain itu, ada beberapa bahaya rokok lain yang membuat Selandia Baru berani ambil langkah melarang rokok. Berikut ulasannya dikutip dari Smokefree.

1. Menyebabkan satu dari empat kematian akibat kanker di Selandia Baru.

2. Bisa sebabkan kebutaan. 1.300 orang di Selandia Baru alami kebutaan efek dari merokok.

3. Jika Anda hamil, asap yang dihirup adalah racun yang masuk ke aliran darah Anda dan melewati plasenta ke bayi. Racun ini membahayakan kesehatan bayi Anda. 12

4. Meningkatkan risiko kanker paru-paru, rongga mulut, faring, laring, esofagus, pankreas, leher rahim, usus besar dan rektum (kolorektal), perut dan kandung kemih.

5. Meningkatkan risiko penyakit pada saluran kemih, panggul, kandung kemih, dan saluran pencernaan.

6. Empat puluh persen dari stroke pada orang berusia di bawah 65 tahun disebabkan oleh merokok.

7. Empat puluh persen penyakit jantung pada mereka yang berusia di bawah 65 tahun disebabkan oleh merokok.

8. Berisiko dua hingga tiga kali lipat mengalami kematian jantung mendadak (ketika jantung tiba-tiba berhenti berdetak) dibandingkan bukan perokok.

(Vivin Lizetha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya