4 Bahaya Pernikahan Dini bagi Kesehatan Remaja, Butuh Perhatian Lebih!

Vivin Lizetha, Jurnalis
Senin 12 Desember 2022 22:30 WIB
Ilustrasi pernikahan dini. (foto: Unsplash)
Share :

INDONESIA menduduki posisi ke-7 sebagai negara dengan jumlah kasus pernikahan anak di dunia. Ada sejumlah faktor yang mendasari tingginya pernikahan dini pada remaja di Indonesia.

Selain karena rendahnya pendidikan, status sosial dan ekonomi juga menjadi penyebab utama sering terjadi pernikahan anak di bawah umur.

 

Tak hanya itu, di media sosial banyak berkembang opini keliru tentang konsep dasar sebuah pernikahan. Ini yang membuat "anak belum cukup umur" merasa sanggup menghadapi bahtera rumah tangga du usia dini.

Dikutip dari The Conversation, ada beberapa dampak yang dihadapi remaja saat menjalani pernikahan terlalu dini. Berikut ulasannya.

1. Putus sekolah

Banyak anak terutama perempuan, yang tidak melanjutkan sekolahnya setelah menikah. Ini berarti bahwa anak perempuan kehilangan kesempatan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Meninggalkan sekolah juga menjauhkan mereka dari teman dan ruang tempat mereka mengembangkan keterampilan dan jaringan sosial serta sistem pendukung.

2. Hilangnya masa remaja

Hal ini karena sebagian besar individu yang menikah langsung mengambil peran dan tanggung jawab orang dewasa. Ini bisa sangat menegangkan.

3. Risiko reproduksi dan kesehatan yang parah

Seringkali terjadi pelanggaran hak asasi anak yang terlibat pernikahan dini. Selain itu, mereka juga berrisiko tinggi tertular penyakit menular seksual.

Beberapa ahli juga melaporkan adanya hubungan antara perkawinan anak dan kesehatan yang buruk, kehamilan remaja, kematian anak yang tinggi dan rendahnya hak pilihan.

4. Belum siap

Studi menunjukkan bahwa sebagian besar gadis yang menikah biasanya tidak siap secara kognitif, fisik, dan psikologis untuk mengambil peran sebagai istri dan ibu.

(Vivin Lizetha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya