MASIH banyak stigma terkait orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Banyaknya stigma ini, akhirnya menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat awam.
Salah satu contohnya, bagaimana jika calon suami adalah penderita HIV/AIDS. Apakah sebagai pihak wanita, bisa tertular dari calon suami yang merupakan ODHA tersebut?
Dijelaskan ahli kesehatan, Prof. dr. Zubairi Djoerban lewat akun Twitter pribadinya, @ProfesorZubairi., penularan yang dicemaskan ini sebetulnya bisa dicegah dengan disiplin minum obat.
“Sebab obat ARV mampu menekan virus HIV dalam tubuh pengidapnya. Sehingga virus dari calon pasangan (ODHA), tidak ditularkan saat menikah nanti,” kata Prof Zubairi, dikutip Kamis (7/12/2022).
Lantas bagaimana jika merencanakan untuk mempunya anak? Bisa berpotensi melakukan penularan HIV secara vertical pada anak, hasil hubungan dengan ODHA tersebut?
Terkait rencana untuk memiliki anak, Prof. Zubair mengatakan hal ini tak masalah. Selama sang suami rutin konsumsi obat ARV tersebut, sehingga tidak menularkan virus HIV ke istri dan calon anaknya kelak.
"Yang penting adalah selalu saling mengingatkan waktu minum obat untuk jangka panjang banget. Selama itu dikerjakan, maka akan aman dan tidak bakal terjadi penularan serta kegawatan. Kalau kemudian menikah dan hamil, maka bayi itu hanya bisa tertular HIV dari ibunya. Artinya selama suami tidak putus obat, virus tidak muncul lagi," jelasnya panjang lebar.
Maka dari itu, di saat virus tidak muncul lagi, maka suami tidak lagi bisa menularkan ke istri. Sehingga bayi pun tidak bisa tertular HIV juga.
BACA JUGA:Benarkkah Sunat Bisa Cegah Penularan HIV/AIDS?
BACA JUGA:Calon Ibu Pengidap HIV Bisa Cegah Penularan ke Anak? Ahli Kesehatan: Bisa, Asal.
(Rizky Pradita Ananda)