KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) tengah menggenjot cakupan imunisasi Polio di Indonesia, khususnya di Kabupaten Pidie, Aceh. Hal ini menindaklanjuti temuan satu kasus Polio pada 9 Oktober 2022.
Dalam imunisasi ini, Kemenkes menyasar usia 12 sampai 59 bulan atau dibawah 5 tahun. Dengan memberikan imunisasi 4 tetes dan 1 suntikan, mengingat virus polio, dapat menyerang otot-otot dalam tubuh buat penderitanya lemas bahkan lumpuh.
"Maka yang perlu sekarang apalagi kita sudah ada KLB polio di Aceh. Saat ini maka kami sudah mengikuti melanjutkan imunisasi sampai 59 bulan itu harus mendapatkan dosis polio tetesnya 4 dosis. Dan satu dosis untuk imunisasi suntik," jelas Plt. Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan dr. Prima Yosephine, dalam sebuah kesempatan beberapa waktu yang lalu.
Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa anak dengan polio hanya dapat dicegah dengan imunisasi polio, terutama suntik. Untuk itu, ia mendorong agar para orang tua segera datang ke posyandu untuk imunisasi.
"Mampu melengkapi vaksinasi di anaknya sehingga kita bisa betul-betul menekan. Terutama vaksin suntik karena polio hanya bisa dicegah dengan suntik," katanya.
Sehubungan dengan ini, pemahaman orang tua terkait Polio harus ditingkatkan. Dokter anak dr Eddy mengungkap ada gejala yang umumnya muncul pada pasien positif polio.
Gejala yang terbilang ringan, dan bila dialami kurang lebih 2 hari tidak dibawa ke Rumah Sakit bisa lumpuh.
1. Demam
2. Rewel
3. Nyeri di bagian tungkai
4. Kaku dileher dan bagian tubuh lainnya
5. Diare
6. Muntah
Dr. Eddy juga menambahkan jika terdapat gejala demam berkelanjutan, anak lemas, diare, dan muntah-muntah, selama dua hari, segera dibawa ke Fasilitas kesehatan terdekat. Hal ini untuk mendeteksi gejala polio lebih awal dan mencegah terjadi kelumpuhan permanen.
(Vivin Lizetha)