Kemenkes Ungkap 2 Faktor Penyebab Kematian Akibat Covid-19 Terus Meningkat

Kevi Laras, Jurnalis
Senin 05 Desember 2022 10:19 WIB
Ilustrasi kasus kematian akibat Covid-19. (foto:
Share :

ANGKA kematian Covid-19 saat ini dipantau sebanyak 32 jiwa. Hal tersebut berdasarkan data yang dipaparkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 3 Desember 2022.

Sehingga total sebanyak 159.953 orang meninggal terkait Covid-19 sejak awal pandemi. Melihat ini Juru Bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril menjelaskan bahwa tidak kaitannya angka kasus dengan kematian, justru ia menyinggung soal kelompok rentan dan pembuat bawaan (Komorbid).

 

Dia mengatakan kedua faktor inilah sebabkan kematian pada pasien Covid-19. Kelompok rentan tersebut seperti lanjut usia (lansia). "Jadi antara banyaknya kasus dengan meninggal, itu sebetulnya tidak ada hubungan sama sekali, yang menyebabkan kematian itu karena satu adalah risiko tinggi yang kedua adalah komorbid," ujar Jubir kemenkes dr Syahril di YouTube Kemenkes, dikutip Minggu (4/12/2022)

Lebih lanjut, ia sampaikan kelompok lansia masuk kelompok berisiko atau rentan. Bahkan banyak dari mereka, juga yang belum divaksinasi, sehingga menyumbang angka kematian.

Sementara untuk komorbid, umumnya dalam kasus ditemukan lansia ini memiliki sakit diabetes, hipertensi, dan lain-lain. "Orang-orang yang kena gejala sedang berat dan kritis. Apabila diadakan resiko tinggi, contohnya lansia kemudian menjadi-penyakit risiko tinggi yang lain seperti halnya diabetes melitus hipertensi jantung dan sebagianya," jelas dr Syahril.

Berdasarkan data sejak 4 Oktober sampai 21 November 2022, dijelaskan memang didominasi kelompok lansia. Dengan status belum melakukan vaksinasi Covid-19, berikut rinciannya;

- 60 tahun lebih: 51% belum divaksin, 7% baru dosis 1, 24% dosis 2, 18% Booster.

- 50 sampai 60 tahun: 41% belum vaksin, 9% vaksin dosis 1, 29% vaksin dosis 2, dan 21% Booster.

- 16 sampai 49 tahun: 38% belum vaksin, 11% vaksin dosis 1, 33% vaksin dosis 2 dan 18% Booster.

- 0 sampai 18 tahun: 72% belum vaksin, dan 21 vaksin dosis 2.

(Vivin Lizetha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya