SEBUAH insiden tidak menyenangkan terjadi pada penerbangan dari Denver ke Portland, Amerika Serikat.
Penumpang pria bernama Yuriy Poplauskiy (40) melakukan aksi tidak senonoh dengan meraba alat vital pramugara selama penerbangan 2,5 jam.
Tak hanya itu, pelaku asusila tersebut juga membuat kegaduhan dengan menyerang penumpang lain di pesawat.
Meski kasusnya bergulir pada September 2019 silam, pria baru mengakui perbuatannya pada 7 November 2022 lalu.
Ia pun dijebloskan ke penjara federal selama 12 bulan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kegaduhan di pesawat bermula saat Poplauskiy diduga mengintip melalui celah di kursi dan mulai menatap penumpang yang duduk di barisan belakang.
"Dia memelototi pria itu dan bergumam, 'ketika kita mendarat, sampai jumpa di bandara’,” ucap salah satu pengacara menirukan ancaman yang dilontarkan pelaku.
Poplauskiy lalu berdiri dan memanggil nama pria itu lantas meninjunya. Setelah tanpa sebab meninju, dia berlari ke toilet dan hanya kembali ke tempat duduknya dengan beberapa menit tersisa dari penerbangan.
Namun, waktu yang tersisa selama penerbangan justru membuat Poplauskiy justru berulah lagi dengan meraba-raba area sensitif seorang pramugari laki-laki.
"Poplauskiy melanggar ketentuan pembebasan pra-persidangan enam kali, termasuk dua hukuman pidana baru karena memiliki metamfetamin (sabu-sabu) dan berusaha menghindari penangkapan,” kata jaksa.
(Rizka Diputra)