KONSUMSI obat sirop ditemukan jadi satu faktor sama yang ditemukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI saat melakukan penelusuran langsung ke rumah para pasien gangguan ginjal akut.
Dari hasil penelusuran ke rumah pasien tersebut, diungkap Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, diketahui 90 persen di antaranya memang mengonsumsi obat sirup, yang tercemar senyawa etilen glikol (EG).
"Jadi sebenarnya bukan disebabkan, jadi dari data 90 persen anak-anak yang mendapatkan gangguan ginial akut progresif atipikal ini. Mereka minum obat dalam bentuk cair ataupun dalam bentuk sirup,” kata dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, baru-baru ini.
Senada dengan dr. Nadia, sebelumnya Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin juga menyatakan hal yang sama.
BACA JUGA:Menkes Buka-bukaan Asal Muasal Stok Obat Fomepizole untuk Pasien Gangguan Ginjal Akut
BACA JUGA:Obat Sirup Disetop, Menkes Klaim Jumlah Kasus Baru dan Kematian Turun Drastis!
“Dan obat-obat kita cari di rumah- rumah yang sakit, setelah kita periksa memang ada unsur kimia yang berbahaya," jelas Menkes Budi saat dijumpai di Gelora Bung Karno belum lama ini.
Sisanya, sekitar 10 persen pasien nyatanya ditemukan tidak mengonsumsi obat sirop
“Tapi ternyata ada juga sekitar 10 persen itu, yang tidak dalam bentuk cair ataupun bentuk sirop," tutup dr. Nadia singkat.
Berdasarkan data teranyar, per Selasa 1 November 2022 sudah tercatat 325 kasus gangguan ginjal telah didiagnosis di seluruh Indonesia dengan angka kematian mencapai 178, atau sekitar 54 persen dari total kasus. Angka kematian ini menurun dari sebelumnya yang sempat mencapai 64 persen dari total kasus.
(Rizky Pradita Ananda)