Dear Traveler, Ini 6 Cara Cegah Mabuk Udara dan Jet Lag saat Naik Pesawat

Sri Latifah Nasution, Jurnalis
Kamis 03 November 2022 07:00 WIB
Ilustrasi (Shutterstock)
Share :

MABUK perjalanan atau merasa jet lag alias gangguan tidur lumrah dialami orang yang bepergian jauh. Kebanyakan orang mengalami jet lag karena memiliki kualitas tidur yang buruk, kelelahan, dan kurangnya konsentrasi.

Tentunya hal tersebut bukan sesuatu yang baik, karena Anda harus kembali beraktivitas setelah kembali dari liburan.

Seorang pakar perjalanan mewah di Inspiring Travel, membagikan beberapa tips untuk mengatasi jet lag, seperti dilansir dari Daily Star.

Pilih waktu kedatangan Anda

Dr. Deborah Lee, dari Dr Fox Online Pharmacy mengatakan kalau jet lag diketahui bisa lebih buruk bagi orang-orang yang bepergian ke timur, daripada mereka yang bepergian ke barat.

“Ini diduga karena ketika Anda bepergian ke timur, waktu tidur menjadi lebih awal (misalnya jam 11 malam di Paris adalah jam 5 sore di Miami), dan lebih sulit untuk tidur di awal dari waktu tidur Anda biasanya.”

Namun, salah satu cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan memilih penerbangan yang tiba (di tempat tujuan) sore hari, daripada pagi hari.

Ubah waktu tidur Anda

Tidur sebelum bepergian merupakan salah satu hal yang penting, karena jika Anda lelah atau grogi, itu hanya akan memperburuk kemungkinan mengalami jet lag.

Salah satu triknya adalah mengubah waktu tidur Anda sesuai zona waktu tujuan Anda, setidaknya beberapa malam sebelum Anda berangkat.

Jadi, secara bertahap ubah waktu tidur Anda lebih awal, jika Anda akan terbang ke timur, dan lebih lama jika Anda akan terbang ke barat.

Kurangi minuman beralkohol dan kafein

Untuk beberapa orang, sudah menjadi sebuah kebiasaan untuk minum minuman yang mengandung alkohol di pesawat. Tetapi, hal tersebut ternyata dapat meningkatkan gejala jet lag.

Tidak hanya alkohol, kafein juga memiliki efek yang bisa membuat kemungkinan mengalami jet lag lebih besar, karena keduanya bisa mengganggu tidur Anda.

“Alkohol menekan produksi melatonin, sehingga mengganggu ritme sirkadian,” komentar Dr. Deborah.

“Ini mungkin awalnya membuat Anda merasa mengantuk, tetapi alkohol dipecah dalam tubuh menjadi asetaldehida, yang merupakan stimulant.”

Tidak hanya itu, Dr. Deborah juga menjelaskan kalau kafein adalah stimulan psikoaktif, yang menyebabkan sulit tidur dan sering digunakan untuk melawan tidur pada mereka yang perlu tetap terjaga.

Jangan selalu tidur di pesawat

Jika Anda berpikir bahwa tidur di pesawat dapat mencegah jet lag, cara tersebut tidak selalu berhasil.

Ada baiknya Anda memperhatikan waktu di tempat tujuan Anda lebih dulu. Jika waktu di sana siang, lebih baik Anda hindari untuk tidur di pesawat, karena jam alami tubuh Anda menjadi tidak sinkron dengan jam di tempat tujuan Anda.

Di sisi lain, jika tempat tujuan Anda memasuki waktu malam, maka tidur dapat membantu menyelaraskan siklus sirkadian Anda.

Tetap terhidrasi

Dr. Deborah mencatat bahwa sebuah penelitian menemukan penumpang kehilangan 465 ml air per jam dalam penerbangan, melalui kulit dan pernapasan. Padahal, secara normal manusia kehilangan cairan sebanyak 125 ml per jam.

“Penumpang pesawat berada pada peningkatan risiko dehidrasi. Tekanan kabin yang lebih rendah secara relatif menurunkan kadar oksigen, dan kelembaban yang lebih rendah di dalam kabin menyebabkan pelancong mengalami peningkatan kehilangan cairan,” katanya.

“Dehidrasi memiliki efek negatif pada sistem kekebalan tubuh, dan juga berpengaruh terhadap perasaan mabuk udara, mual, dan muntah.”

Tidak hanya itu, dehidrasi dapat menyebabkan kelelahan dan sakit kepala, yang dapat memperburuk jet lag. Jadi, sebaiknya Anda tetap minum selama penerbangan.

Menyeimbangkan ritme sirkadian Anda

Jet lag disebabkan oleh jam alami tubuh yang terganggu, sebagian karena perubahan cahaya saat Anda berpindah di antara zona waktu.

Cahaya alami memiliki pengaruh terbesar pada ritme sirkadian, sehingga ini dapat mempercepat proses sinkronisasi jam internal Anda ke zona waktu tujuan Anda.

Jika Anda bepergian ke timur, pastikan untuk membuat diri Anda mendapat cahaya sebanyak mungkin saat tiba. Namun, jika Anda terbang ke barat, Anda harus mengekspos diri Anda pada cahaya malam.

(Salman Mardira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya