Apa itu Cardiac Arrest, Kondisi yang Dialami Korban Tragedi Halloween Itaewon

Vivin Lizetha, Jurnalis
Senin 31 Oktober 2022 10:21 WIB
Ilustrasi (Foto: Ist)
Share :

TRAGEDI yang terjadi dalam perayaan Halloween di Itaewon membuat publik tercengang. Lebih 150 orang meninggal dunia dalam kejadian tersebut akibat berdesakan.

Rata-rata para korban meninggal mengalami sesak napas karena terhimpit. Jantung berhenti bekerja karena suplai udara tak mencukupi. Ini sering disebut sebagai henti jantung atau cardiac arrest.

Dikutip dari bhf.org, Senin (31/10/2022), ada beberapa kondisi yang tampak ketika seseorang mengalami henti jantung. Mereka akan tiba-tiba pingsan dan tidak sadar, tidak responsif, dan bernapas dengan cara yang tak wajar.

Pada saat henti jantung, irama jantung menjadi abnormal atau yang sering disebut fibrilasi ventrikel (VF). Biasanya penyebab terjadinya henti jantung karena memiliki penyakit jantung bawaab, penyakit katup jantung, atau radang otot jantung.

Namun ada beberapa penyebab henti jantung yang tak berasal dari penyakit bawaan. Seperti tersengat listrik, overdosis obat, kehilangan banyak darah, dan hipoksia yaitu penurunan kadar oksigen yang parah.

Penyebab terakhir inilah yang terjadi pada korban tragedi Halloween di Itaewoon. Karena terhimpit parah, korban kehabisan napas dan mengalami henti jantung.

Cara mengatasi orang henti jantung dengan melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP). Ini dapat membuat darah dan oksigen tetap bersirkalasi ke otak dan ke seluruh tubuh. 
Selain itu, menggunakan kejut listrik atau defibrillator juga dapat dilakukan untuk membuat jantung berdetak normal kembali.  

Cara mengatasi orang henti jantung dengan melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP). Ini dapat membuat darah dan oksigen tetap bersirkulasi ke otak dan ke seluruh tubuh. 

Selain itu, menggunakan kejut listrik atau defibrillator juga dapat dilakukan untuk membuat jantung berdetak normal kembali.  

(Vivin Lizetha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya