PENYAKIT gangguan ginjal akut pada anak disebut hadir dengan karakter khusus, yakni gejala yang khas.
Hal ini disampaikan Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI, dr. Mohammad Syahril. Ia mengungkapkan ada dua gejala khas yang kerap terjadi pada pasien yang terserang penyakit yang sudah menelan 157 jiwa ini.
"Ciri khasnya, ada gangguan buang air kecil pada balita tersebut. Mulai dari Oliguria dan juga Anuria" terang dr. Syahril saat konferensi pers Update Gagal Ginjal Akut di Indonesia yang dihelat daring, Kamis (27/10/2022).
Oliguria sendiri adalah istilah medis dari penurunan frekuensi intensitas buang air kecil dari anak.
“Contohnya biasanya 10 kali buang air kecil, tapi sekarang hanya lima kali atau empat kali,” tambah dr. Syahril.
“Hal ini termasuk juga volume air seni itu sendiri. “Begitu pun banyaknya, biasanya pampersnya basah semua, tapi sekarang kok tidak. Ini salah satu tanda-tanda khas dari gagal ginjal akut," sambungnya.
Sedangkan Anuria, ialah kondisi ketika anak sudah sama sekali tidak buang air kecil. Tanda gejala seperti ini sangat perlu diwaspadai, sebab jika sudah mengalami kondisi anuria maka bisa diartikan gangguan ginjal akut yang diidap sudah masuk ke dalam kategori stadium berat.
"Ini berarti stadiumnya sudah stadium 3, “ tegas dr. Syahril lagi.
Disebutkan lebih lanjut, merujuk pada keterangan data yang dipaparkan sang jubir. Diketahui sebagian besar pasien gangguan ginjal akut yang ada saat ini sudah mengalami anuria. Dari data yang ada, ada 143 atau sekitar 53 persen pasien yang mengalami anuria, jadi betul-betul tidak keluar air seni sama sekali, dan yang mengalami Oliguria itu sebanyak 22 persen.
(Foto: Kemenkes RI)
Selain gejala khas, masyarakat tetap tak boleh meremehkan gejala awal. Biasanya, gejala awal ini ditandai dengan demam, nafsu makan turun, malaise, mual, mintah, ISPA, diare, nyeri bagian perut, dehidrasi, dan pendarahan.
"Diharapkan, kita semua berhati-hati terutama di gejala awal ini, satu sampai limahari gejala ini, diikuti dengan gejala berikutnya. Sebab ini akut dan progresif, " tutup dr. Syahril
(Rizky Pradita Ananda)